Jurnal Fatwa Hukum
Vol 5, No 2 (2022): E-Jurnal Fatwa Hukum

PELAKSANAAN UPACARA ADAT ANTAR AJONG DALAM KEGIATAN SEBELUM PENYEMAIAN PADI DI DESA ARUNG PARAK KECAMATAN TANGARAN KABUPATEN SAMBAS




Article Info

Publish Date
30 May 2022

Abstract

Masyarakat Desa Arung Parak  Kecamatan  Tangaran  Kabupaten  Sambas  Mayoritas bersuku Melayu Sambas. Dalam kehidupan sehari-hari, masih  memegang  teguh  adat  istiadat  dan  norma-norma  hukum  adat,  yang  berkaitan  dengan  alam  gaib  dalam  bentuk  upacara  adat  Antar  Ajong.  Antar  Ajong  adalah salah satu upacara adat tradisional yang secara turun-temurun  dilaksanakan oleh masyarakat  adat  Desa  Arung  Parak  di  Kecamatan  Tangaran  Kabupaten sambas. Upacara adat Antar Ajong adalah kegiatan yang  dilaksanakan  dimulai  nya  masa  becocok  tanam  yang  dimulai  dengan  penyemaian  padi (nugal). Upacara  Antar  Ajong  bisa  diartikan  membuang  atau  melepaskan  roh-roh  jahat  supaya  tidak  menggangu  tanaman  petani  yang  dihanyutkan  dengan bentuk perahu berwarna kuning  yang  bersimbol  warna  khas  Kesultanan  Sambas. Pelaksanaan  upacara  adat  Antar  Ajong  terdiri  dari 3 proses yaitu  Persiapan  Ajong  dengan  musyawarah  dan  permohonan  doa, Upacara besiak,  dan  Ritual  pelepasan  Ajong  ke  laut.Adapun Rumusan Masalah Dalam Penelitian ini adalah Faktor Apa Yang  Menyebabkan Terjadinya Pergeseran Upacara Adat Antar Ajong Dalam  Kegiatan  Sebelum  Penyemaian  Di  Desa  Arung  Parak  Kecamatan  Tangaran  Kabupaten  Sambas. Tujuan penelitian (1) untuk mendapatkan data dan informasi tentang  gambara  pelaksanaan  upacara  adat  Antar Ajong pada  masyarakat di Desa  Arung Parak Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas.(2) Untuk mengungkapkan  faktor  apa  saja  penyebab terjadinya pergeseran pelaksanaan upacara adat Antar Ajong di Desa Arung Parak Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas. (3) akibat hukum yang timbul apabila upacara adat Antar Ajong tidak dilaksanakan oleh masyarakat Desa Arung Parak Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas. (4) upaya yang dapat dilakukan masyarakat dan ketua adat Desa Arung Parak dalam mempertahankan upacara adat Antar Ajong.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode penelitian hukum Empiris dengan sifat penelelitian Deskriptif.Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut: Bahwa Pelaksanaan Upacara Adat Antar Ajong di Desa Arung Parak Kecamatan  Tangaran Kabupaten Sambas masih dilaksanakan dan pelaksanaan nya melalui  3 proses  yaitu  Persiapan Ajong  dengan  musyawarah  dan  pemohon  doa, Upacara  besiak, dan  Ritual  pelepasan  Ajong  ke  laut. Dalam  pelaksanaan  upacara  adat  Antar  Ajong  telah  mengalami  perubahan  dari  yang  aslinya  yang  mana  perubahan  nya  terdapat   pada  hari  pelaksanaan  upacara  adat  Antar  Ajong  dan  penerapan  sanksi  bagi  masyarakat  yang  tidak  melaksanakan  atau  tidak  mentaati  aturan  dalam  upacara  adat  Antar  Ajong. Bahwa  faktor  penyebab  terjadinya  pergeseran  pelaksanaan  upacara  adat  Antar  Ajong  masyarakat  di   Desa  Arung  Parak  dikarenakan  faktor  Agama, faktor  Pendidikan  dan  faktor  perkembangan  zaman. Bahwa  akibat  hukum  apabila  masyarakat tidak  melaksanakan upacara  adat  Antar  Ajong adalah terserang hama penyakit yang menggangu tanaman padi dan membuat masyarakat gagal panen.. Upaya  yang  dapat  dilakukan  oleh  fungsional  adat  dan  ketua  adat  di  Desa  Arung  Parak  Kecamatan  Tangaran  Kabupaten  Sambas  terhadap  upacara  adat  Antar  Ajong  adalah  dengan  memberikan  pemahaman  dan  melakukan  sosialisasi  kepada  generasi  selanjutnya  untuk  tetap  melestarikan  adat  istiadat  yang  ada. Kata kunci:  Adat, Upacara , Antar-Ajong, 

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...