AbstrakKualitas adalah faktor penting dalam dunia industri, segala daya upaya dilakukan untuk menang dalam persaingan pasar, salah satu cara adalah dengan mengurangi jumlah cacat yang terjadi. PT CUC adalah perusahaan yang memproduksi kaleng Easy Open End (EOE) 301 alumunium, dimana ditemukan berbagai jenis cacat di line produksi waxing. Dengan menggunakan 5W + 1H ditemukan beberapa jenis cacat yang dihasilkan pada line tersebut, dengan menggunakan diagram pareto dapat diketahui cacat kotor wax merupakan jenis cacat yang paling sering muncul dibandingkan jenis cacat lainnya. Pada pengukuran indeks kemampuan proses potensial line waxing diperoleh kriteria sangat baik dengan nilai Cp = 2.06, sedangkan indeks kemampuan proses aktual dengan nilai Cpk = 2.02, dimana DPMO yang dihasilkan adalah 28.012 dengan nilai sigma = 5.528. Dengan menggunakan Fishbone dan Critical To Quality (CTQ) diperoleh beberapa faktor yang menjadi penyebab dominan  terjadinya cacat kotor wax. Pada proses CTQ  diambil 8 faktor tertinggi yaitu: Faktor belt, faktor bak, faktor exhaust, faktor nozzle, faktor setting mesin, faktor tipe sheet, faktor material sheet, faktor material wax untuk dilakukan analisa lebih mendalam menggunakan FMEA yaitu dengan mencari modus kegagalan potensial yang terjadi, dampak/ efek kegagalan potensialnya, penyebab potensial kegagalan mekanis, kontrol pencegahan dan deteksi, serta rekomendasinya. Dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan produksi kaleng EOE 301 untuk menganalisis dan memberikan nilai Severity, Occurence dan Detection, maka diperoleh nilai RPN (Risk Priority Number). Dari rekomendasi yang diusulkan dapat dilakukan upaya perbaikan (improvement) untuk mengurangi jumlah cacat kotor wax.Kata kunci: kaleng easy open end, cacat kotor wax, severity
Copyrights © 2011