Sistem kelistrikan PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, yang umumnya memiliki banyak aktivitas pengolahan bahan bakar minyak, dimana besarnya beban di supply oleh beberapa generator yang bekerja pararel bersama. Kestabilan transient pada sistem tersebut memiliki peranan penting dalam menjaga keberlangsungan operasinya, karena belum tentu sistem tersebut mampu mempertahankan kestabilannya dari adanya gangguan. Gangguan transient sendiri dapat mempengaruhi kestabilan pada sudut rotor, frekuensi maupun tegangan pada sistem dan bisa berujung pada lepasnya sinkronisasi generator, sehinga perlu ditentukannya waktu kritis pemutusan / Critical Clearing Time (CCT) melalui Transient Stability Assesment. CCT merupakan waktu kritis pemutusan yang diperbolehkan untuk menghilangkan gangguan, nilai CCT didapat berupa batas kondisi stabil dan batas kondisi tidak stabil sistem, dengan melihat respon perubahan sudut rotor generator ketika terjadi gangguan. Nilai CCT yang didapat akan dibandingkan dengan setting rele pengaman eksisting PT. Pertamina RU IV Cilacap, yang selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan resetting rele pengaman yang sesuai.
Copyrights © 2018