ABSTRAK Di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap terdapat air muara yang kadar salinitasnya sebesar 2,25‰, nilai ini berada diatas baku mutu air bersihyaitu 0,001‰- 0,5‰ (Water Quality with Varnier). Sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu untuk bisa digunakan sebagai air minum.Di daerah tersebut banyak ditumbuhi nipah (Nypa fruticans).Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan bagian daunnya saja, padahal pelepah nipah memiliki kandungan selulosa yang tinggi (42,22%) dan berpotensi untuk dijadikan sebagai adsorben.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan adsorbendari pelepah nipah dan efektifitasnya dalam menurunkan salinitas.Untuk mendapatkan sampel serbuk nipah siap pakai, pelepah nipah yang sudah dihaluskan dimaserasi dalam metanol.Setelah itu residu hasil maserasi diekstraksi dengan HCl 5% disertai pemanasan selama 2,5 jam, kemudian dicuci dengan aquades lalu dikeringkan. Pada penelitian ini dilakukan optimasi volume air, kecepatan aduk dan waktu pengadukan pada proses adsorpsi. Optimasi volume air yaitu sebanyak 25, 50, 75 dan 100 mL.Optimasi pengaruh kecepatan pengadukan 40, 60, 80 dan 100 rpm.Sedangkan optimasi pengaruh waktu pengadukan selama 90, 120, 150 dan 180 menit. Air hasil pengolahan diuji dengan menggunakan TDS meter. Tiap 1 gram serbuk pelepah nipah dapat menurunkan salinitas air payau dari 2,25‰ hingga 2,18‰ pada kondisi adsorpsi: volume 75 mL, kecepatan aduk 60 rpm dan waktu pengadukan 120 menit. Nilai efektifitas penurunan salinitas yang dihasilkan dari proses tersebut adalah 3,11%. Sehingga untuk mendapat air olahan yang sesuai baku mutu yang diperbolehkan diperlukan penambahan massa serbuk pelepah nipah ± 5 kali dari massa yang telah digunakan. Kata kunci: nipah, salinitas, selulosa, adsorben
Copyrights © 2014