Telah dilakukan studi pemanfaatan limbah ikan dari Tempat Pelelangan Ikan dan Pasar Tradisional Nauli Sibolga menjadi tepung ikan sebagai bahan baku pakan ternak. Limbah ikan diambil dari Tempat Pelelangan Ikan dan Pasar Tradisional Nauli Sibolga. Tepung ikan diperoleh dari limbah ikan yang disortir dan limbah ikan yang tidak disortir. Limbah ikan dicuci, kemudian direbus selama 2 menit selanjutnya dikeringkan selama15-20 menit di dalam oven pada suhu 102±30C, kemudian ikan yang telah kering dipotong (dicacah) dan terakhir digiling (diblender) hingga menjadi tepung ikan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposisi nutrisi tepung ikan yang berasal dari limbah ikan yang disortir dan limbah ikan yang tidak disortir sesuai dengan parameter mutu yang ditentukan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2715-1996) untuk pakan ternak. Tepung ikan dari limbah ikan yang disortir yaitu kadar air 15,04%, protein 53,62%, serat kasar 2,98%, abu 18,73%, lemak 9,54%, kalsium 2,46%, phospor 4,60%, garam 3,89% serta negatip terhadap bakteri Salmonella. Tepung ikan yang berasal dari limbah ikan yang tidak disortir yaitu kadar air 15,75%, 47,34%, serat kasar 10,10%, abu 21,50%, lemak 12,72%, kalsium 2,62%, phospor 4,65%, garam 3,99%, serta negatip terhadap bakteri salmonella. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tepung ikan yang berasal dari limbah ikan yang disortir dan yang tidak disortir dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak (Mutu III).
Copyrights © 2017