pengembangan teknologi pengolahan limbah yang mengandung logam berat secara ekonomis dan ramah lingkungan menjadi tantangan dalam dunia teknologi lingkungan. Biosorpsi sebagai teknologi yang sedang berkembang memiliki potensi sebagai teknologi yang akan berkembang untuk menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi pengembangan limbah daun akasia mangium (acacia mangium wild) sebagai media penyerap (biosorben) logam berat. Hasil yang diharapkan adalah biosorben limbah daun akasia memiliki karakteristik yang menyamai atau mendekati adsorben komersial. Penelitian terdiri tiga tahapan yaitu pembuatan biosorben, karakterisasi biosorben terdiri dari uji karakteristik fisik berdasarkan Standar Industri Indonesia (SII), analisa struktur morfologi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy), analisa gugus fungsional menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan uji kemampuan sorbsi biosorben terhadap logam berat. Analisa karakteristik fisik dan kimia menunjukan biosorben limbah daun akasia mendekati standar SII, dengan permukaan didominasi oleh muatan negative serta bentuk pori berada pada mesopori dan makropori . Analisa gugus fungsional menunjukkan bahwa daun akasia tersusun atas gugus OH, , C=O dan NH3 yang berasal dari tannin, selulosa dan lignin yang mempunyai aktifitas baik untuk jenis logam yang bermuatan positif, sedangkan untuk logam yang bermuatan negative dipengarui pH. Kemampuan sorbsi biosorben dijalankan menggunakan reaktor batch pada variasi pH, dan konsentrasi logam Cr dan jumlah biosorben. Penyisihan tertinggi mencapai 90% pada pH netral dengan konsentrasi 20 mg/L, jumlah adsorben 2 gram waktu pengadukan 1 jam.
Copyrights © 2012