Kepemimpinan mutlak ada dalam organisasi, tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusia pun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Tujuan pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya, orientasinya bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongan tapi kepentingan publik yang dipimpinnya. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego, mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat, namun selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi. Kepemimpinan di Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin sangat tepat dengan pola memimpin yang melayani dengan kolaborasi gaya kepemimpinan melihat dari situasi dan kondisi berdasarkan kebijakan regulasi yang ada, sehingga Pelayan Publik terwujud sebagaimana mestinya. Tolak ukur kecerdasan spiritual dalam kepemimpinan yang melayani sebagai pemimpin yang memiliki IQ yang berkembang, EQ yang bijak, dan SQ yang kuat. Mereka biasanya adalah orang–orang yang memiliki integritas, terbuka, mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami spiritualitas yang tinggi, dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.
Copyrights © 2020