Hutan mangrove merupakan sumberdaya pesisir yang berperan penting dalam pembangunan baik daerah atau negara. Kawasan mangrove memiliki peranan yang sangat vital bagi manusia dan hewan yang hidup di dalamnya. Dalam beberapa dekade terakhir ini sering terjadi pengalihfungsian lahan mangrove tanpa izin untuk dijadikan lahan pertambakan, pemukiman, dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis untuk melindungi hutan mangrove sekaligus menjadikan hutan mangrove menghasilkan uang bagi masyarakat sekitarnya sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan oleh masyarakat tanpa merusak hutan mengrove yaitu dengan cara pengelolaan yang baik dan terstruktur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis vegetasi mangrove, sistem pengelolaan, jenis kegiatan dan idetifikasi permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan mangrove di Mangrove Information Center Wonorejo Surabaya. Sistem pengelolaan Mangrove Information Center (MIC) dikelola oleh masyarakat Wonorejo dibawah naumgan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. Kegiatan wisata yang terdapat di Mangrove Information Center ada 2 yaitu ekowisata mangrove dan jasa foto prawedding. Permasalahan yang dihadapi Mangrove Information Center dalam hal pengelolaan antara lain yaitu air bersih, akses jalan, tugas para pengelola yang kurang teratur, dana bantuan kepada Mangrove Information Center. Pada Mangrove Information Center terdapat 2 jenis spesies mangrove dari 3 stasiun pengamatan yang dilakukan, yaitu Avicenia alba dan Avicenia marina. Vegetasi Avicennia marina mendominasi pada tingkat pohon, anakan dan semai hampir di semua stasiun penelitian sedangkan vegetasia Avicenia alba mendominasi pada tingkat anakan, pohon dan semai hanya pada stasiun 2.
Copyrights © 2022