Perencanaan Agregat adalah suatu proses penetapan hasil produksi secara menyeluruh untuk memenuhi tingkat permintaan dan didapat dari permintaan dan pesanan dengan tujuan memproduksi dengan biaya produksi yang rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengendalian tenaga kerja, metode pengendalian subKontrak, dan metode campuran tenaga kerja dan kerja lembur. Ketiga metode tersebut diatas diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada proses perencanaan produksi Gas Circuit Breaker. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa metode pengendalian subKontrak adalah metode dengan biaya terendah yaitu Rp22,798,865,736.-, kemudian diikuti dengan metode pengendalian tenaga kerja dengan biaya Rp 25,274,083,007.-, kemudian yang terakhir adalah metode campuran tenaga kerja dan kerja lembur dengan biaya Rp26,405,804,604.-.Kata kunci : Perencanaan Agregat, Metode Pengendalian tenaga kerja, Metode Pengendalian subKontrak, Metode Campuran Tenaga Kerja dan Kerja Lembur, Gas Circuit Breaker
Copyrights © 2021