Gerakan feminisme sudah cukup luas menyebar di berbagai negara dan benua untuk menuntut persamaan dan hak kaum perempuan. Begitu juga seiring dengan berjalannya waktu aliran feminisme mulai beragam dengan berbagai tuntutannya. Akan tetapi ada golongan yang menolak keberadaannya karena bertentangan dengan ajaran agama yakni gerakan anti-feminisme yang baru-baru ini berdiri atas reaksinya terhadap kehadiran feminisme. Penolakan mereka bukan tanpa sebab melainkan didasari atas ketidaksetujuan akan ide feminisme yang dianggapnya kontroversial dan menyalahi aturan kodrat laki-laki dan perempuan. Disisi lain aliran feminisme pun ikut berdiri untuk melakukan penolakan terhadap aturan dan institusi agama sehingga menambah tendensi di antara keduanya. Penelitian ini akan melihat bagaimana perbedaan perspektif dan latar belakang gerakan dengan menggunakan Cross Cultural Comparison untuk membandingkan kedua gerakan tersebut melalui studi literatur. Tujuannya adalah untuk menelaah bagaimana terjadi gesekan antara kedua kubu yang saling berseberangan dalam melihat pergerakan perempuan.
Copyrights © 2021