Jurnal Talenta Sipil
Vol 5, No 1 (2022): Februari

Analisis Kapasitas Daya Dukung Pondasi Akibat Rencana Alih Fungsi Gedung Rektorat Menjadi Gedung Perpustakaan Universitas Jambi

Fitriyana A (Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Jambi)
M Nuklirullah (Unknown)
Dila Oktarise Dwina (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Feb 2022

Abstract

Pondasi merupakan suatu bagian dari konstruksi bangunan yang terletak di bagian bawah permukaan tanah, berfungsi menerima beban dan juga meneruskan gaya-gaya atau beban dari bagian atas struktur untuk diteruskan secara merata ke lapisan tanah dibawahnya. Universitas Jambi berencana ingin mengalih fungsikan bangunan Gedung Rektorat menjadi Gedung Perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan pondasi telapak dalam menahan beban struktur diatasnya dengan menggunakan data uji sondir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi. Metode penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis, tahap output, dan tahap pengambilan keputusan. Analisis daya dukung  pondasi  dilakukan dengan menggunakan Metode Meyerhof (1956), Metode Schmertmann (1978), dan Metode Meyerhof (1963). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh daya dukung  ultimate (qult) pada pondasi telapak, yaitu berdasarkan Metode Meyerhof (1956) didapatkan qult = 5,550 t/m2, berdasarkan Metode Schmertmann (1978) didapatkan qult = 107,800 t/m2, dan berdasarkan Metode Meyerhof (1963) didapatkan qult = 1978,980 t/m2. Pondasi dikatakan mampu menahan beban struktur dari atas hal ini dibuktikan dengan hasil analisis yang telah memenuhi syarat (qall > σ), dengan hasil yang didapatkan berdasarkan Metode Meyerhof (1956) yaitu 1,859 t/m2 < 28,646 t/m2, berdasarkan Metode Scertmann (1978) yaitu 35,933 t/m2 > 28,646 t/m2, dan berdasarkan Metode Meyerhof (1963) yaitu 659,660 t/m2 > 72,202 t/m2. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan dari Metode Schmertmann (1978) dan Meyerhof (1963) mampu menahan beban struktur dari atas, akan tetapi pada analisis berdasarkan Metode Meyerhof (1956) pondasi tidak mampu menahan beban struktur dari atas.

Copyrights © 2022