Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi dari ekstrak kulit mangium terhadap Fusarium sp. dan Ganoderma sp. secara in vitro. Kulit mangium dimaserasi berturut-turut dengan n-heksana dan metanol. Pada tahap awal, aktivitas antifungi diindikasikan melalui penghambatan perkecambahan dan panjang buluh kecambah spora Fusarium sp. pada konsentrasi 500 μg/ml sebanyak 50 μl. Uji aktivitas antifungi terhadap Ganoderma sp. dilakukan menggunakan metode cylinder plate yang telah dimodifikasi. Ekstrak metanol dari kulit mangium menunjukkan aktivitas antifungi tertinggi, yang diindikasikan oleh penghambatan perkecambahan (60,3%) dan panjang buluh kecambah (8.8 μm) spora Fusarium sp dibandingkan dengan kontrol (air steril (0; 17,5 μm), DMSO 5% (23,7%, 15,3 μm)) dan ekstrak n-heksana kulit mangium (40,3%; 11,8 μm). Zona penghambatan teramati secara makroskopis pada bagian terluar koloni Ganoderma sp. terhadap ekstrak antifungi pada konsentrasi 15 mg mL -1. Secara mikroskopis, pada daerah kontak dengan ekstrak antifungi, hifa berbentuk keriting, tumbuh melingkar dan mengalami percabangan dini pada konsentrasi 10 mg mL -1. Pada konsentrasi ekstrak antifungi 15 mg mL-1, hifa mengalami lisis. Kata kunci: antifungi, Acacia mangium Willd, Fusarium sp., Ganoderma sp.
Copyrights © 2010