Pada era globalisasi, populasi penduduk yang tinggi menjadi masalah penting untuk negara berkembang. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat fertilitas masih sangat tinggi. Usaha untuk mengendalikan populasi penduduk telah dilakukan pemerintah melalui berbagai metode kontrasepsi. Namun, penggunaan metode kontrasepsi ini memiliki efek samping dan masih terdapat berbagai kekurangan. Hal ini menjadi alasan para peneliti Biologi Reproduksi mencari bahan kontrasepsi baru yang diekstraksi dari tanaman. Salah satu bahan tanaman yang diteliti adalah kulit kayu durian. Pada penelitian ini ingin dikaji tentang senyawa bioaktif yang terkandung dalam kulit kayu durian dengan skrining fitokimia. Komponen bioaktif yang diuji yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, tanin dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kayu durian mengandung alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin dan saponin. Komponen bioaktif tersebut memiliki potensi sebagai antifertilitas melalui efek hormonal dan efek sitotoksik-sitotaksik. Kata kunci : Antifertilitas, kulit kayu durian, skrining fitokimia
Copyrights © 2007