Latar belakang: Yaitu Ketuban pecah dini merupakan penyebab utama terjadinya asfiksia pada bayibaru lahir dan kasusnya selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Objek dalam penelitian iniadalah seluruh bayi asfiksia di RSUD dr. H. Moch. Anshari Saleh Banjarmasin.Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui ada hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksiapada bayi baru lahir.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan metode retrosfective denganpendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 300 bayi. Teknik pengambilan sampelpenelitian ini adalah Simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapatdari register persalinan dan register bayi serta rekam medik kemudian diolah dan dianalisismenggunakan program komputer. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi Square dengan α 0,05.Hasil: ditemukan bahwa angka kejadian ketuban pecah dini pada bayi asfiksia terdapat 54 kejadian(18%) dari 300 bayi sampel. Dari penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara ketuban pecahdini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir, dimana dari kasus uji Chi Square didapatkan angkaÏ = 0,000 α 0,05. Saran dari hasil penelitian yaitu untuk memperkecil resiko terjadinya ketuban pecahdini, sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan antenatal minimal empat kali untuk deteksi,pencegahan dan pengamanan faktor risiko terhadap asfiksia pada bayi baru lahir.Kata kunci: Ketuban Pecah Dini, Asfiksia, Bayi Baru Lahir
Copyrights © 2015