Latar Belakang : Tiga penyebab kematian ibu terbanyak menurut WHO (2010) adalah perdarahan 45%, infeksi 15%, dan eklamsia 13%. Berdasarkan SDKI tahun 2007, AKI di Indonesia sebesar 248 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 34 per 1.000 kelahiran hidup. Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Bidan dalam menolong persalinan, denganpenggunaan partograf. Partograf merupakan alat bantu untuk membuat keputusan klinik, memantau, mengevaluasi dan menatalaksana persalinan. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Program Studi DIII Kebidanan pada bulan November 2014 pada 27 orang mahasiswi dimana 20 orang diantaranya belum memahami tentang pengisian partograf.Tujuan : Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswi tingkat II tentang pengisian partograf program studi DIII Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin.Metode : Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan jumlah 178 orang. Pengambilan sampel secara simple random sampling dengan sampel 64 orang. Pengolahan data dengan editing, coding, processing, cleaning. Analisa Data dengan univariat distribusi frekuensi.Hasil : Terdapat mahasiswi berpengetahuan baik 30 responden (49,1%), dan pengetahuan cukup 34 responden (53,1%).Kesimpulan : Pengetahuan mahasiswi tingkat II tentang pengisian partograf di AKBID Sari Mulia Banjarmasin dalam kategori cukup.Kata Kunci : Pengetahuan, Partograf.
Copyrights © 2015