Bangunan komersial merupakan bangunan yang padat akan aktivitas dan tentunya menghabiskan banyak energi dalam operasionalnya. Hal ini diperkuat dengan adanya buku pedoman efisiensi energi serta benchmarking specific energy consumption terhadap gedung – gedung komersial di Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Oleh karena itu desain pasif dalam arsitektur dapat menjadi salah satu solusi. Pada studi ini akan dilakukan perhitungan energi dalam proses perancangan gedung perkantoran menggunakan Autodesk Green Building Studio (GBS), dengan membandingkan beberapa skenario penggunaan fasad yang berbeda. Metode yang digunakan dalam studi ini yakni dengan membuat tiga skenario. Dimana skenario F-1 menggunakan fasad dengan kaca yang dominan namun diberi window shade dan Double Skin Facade pada sisi selatan dan barat, F-2 menggunakan fasad dengan kaca yang dominan dan tanpa menggunakan window shade dan Double Skin Facade, F-3 menggunakan fasad dengan sedikit kaca dan bukaan serta tidak menggunakan window shade dan Double Skin Facade. Setiap skenario akan disimulasikan dan hasil pada Autodesk Green Building Studio (GBS) katagori energy use intensity (EUI) akan dibandingkan. Dari perbandingan ketiga skenario tersebut yang paling optimal dalam penggunaan energi adalah skenario penggunaan fasad F-1. pada simulasi gedung aktivitas inkubasi dan perkantoran di Surabaya menggunakan Autodesk Green Building Studio (GBS), gedung yang lebih dominan penggunaan kaca dan bukaan mempunyai efisiensi yang lebih baik dalam penggunaan energinya.
Copyrights © 2022