Jurnal Veteriner
Vol 23 No 2 (2022)

Aktivitas Ovisidal, Larvasidal dan Vermisidal Ekstrak Obat alami Terhadap Nematoda Haemonchus contortus secara in-Vitro

Fitrine Ekawasti (Balai Besar Penelitian Veteriner)
Dias Aprita Dewi (Balai Besar Penelitian Veteriner)
Suhardono Suhardono (BBLitvet Bogor)
Dyah Haryuningtyas Sawitri (BBLitvet Bogor)
Eny Martindah (BBLitvet Bogor)
April Hari Wardhana (BBLitvet Bogor)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2022

Abstract

Hemonchosis disebabkan oleh cacing nematoda Haemonchus contortus dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi. Penanganan dan pengendalian kecacingan yang paling umum dilakukan adalah dengan pemberian antelmintika kimia berspektrum luas, tetapi jika digunakan secara terus menerus dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan resistensi dan residu terhadap produk ternak yang menjadi ancaman serius bagi produksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi apakah tanaman herbal biji pare (Momordica charantia L.), temu putih (Curcuma zedoaria Rosce), buah mengkudu (Morinda citrifolia), biji alpukat (Persea americana mill), buah pinang (Areca catechu) dapat digunakan sebagai obat cacing nematoda yang efektif dan efisien. Tanaman herbal diekstrak dan diuji secara fitokimia di Balai Penelitian Rempah dan Obat (Balittro). Ekstrak biji pare dan biji alpukat dalam DMSO 1% dengan konsentrasi 2.5%, 5% dan 7.5% memiliki aktivitas antelmintik ovisidal, larvasidal dan vermisidal.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jvet

Publisher

Subject

Veterinary

Description

Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah ...