Penelitian ini membahas tentang analisis resiko portofolio dengan metode VaR melalui pendekatan Variance Covariance. Sampel yang diambil adalah perusahan-perusahaan BUMN dari sektor yang berbeda, yaitu Adhi Karya (ADHI) yang bergerak di bidang konstruksi, Bank Negara Indonesia (BBNI) yang bergerak di bidang jasa keuangan dan asuransi, Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang bergerak di bidang gas, uap dan udara dingin, Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) yang bergerak di bidang pertambangan dan penggalian dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang bergerak di bidang informasi dan telekomunikasi. Dengan periode penelitian 1 Januari 2012 – 31 Desember 2013. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan periode berbeda akan menghasilkan besaran Value at Risk(VaR) yang berbeda pula. Dalam penelitian ini periode penelitian dibagi menjadi per triwulan. Pada tahun 2012 untuk triwulan 1, triwulan 3 dan triwulan 4 menghasilkan VaR (95%) sebesar 0% dan VaR (99%) sebesar 0%. Pada tahun 2012 untuk triwulan 2 menghasilkan VaR (95%) sebesar 13,36% dan VaR (99%) sebesar 35,90%. Pada tahun 2013 untuk triwulan 1 menghasilkan VaR (95%) sebesar 0% dan VaR (99%) sebesar 0%. Pada tahun 2013 untuk triwulan 2 menghasilkan VaR (95%) sebesar 0,77% dan VaR (99%) sebesar 26,58%. Pada tahun 2013 untuk triwulan 3 menghasilkan VaR (95%) sebesar 36,86% dan VaR (99%) sebesar 53,28%. Dan pada tahun 2013 untuk triwulan 4 menghasilkan VaR (95%) sebesar 40,25% dan VaR (99%) sebesar 55,79%.
Copyrights © 2022