Industri Pindang Kabupaten Bogor adalah industri yang bergerak di bidang pengolahan ikan pindang atau ikan cue. Proses produksi pada Industri Pindang Kabupaten Bogor berlangsung terus menerus dan tanpa henti. Industri Pindang Kabupaten Bogor masih banyak terdapat pemborosan, antara lain adanya ketidakpastian waktu pengiriman produk, banyaknya aktivitas transportasi berlebih dan adanya kecacatan pada produk. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan rantai pasokan ramping dengan Model Penilaian Pemborosan (WAM), khususnya bagian proses membongkar dan memuat ikan. Dengan pendekatan Rantai Pasokan Ramping, berbagai pihak yang saling berhubungan untuk mencapai target di rantai pasokan diharapkan meningkatkan kepuasan pembeli dan mengurangi proses yang tidak memiliki nilai tambah. Tujuannya mengidentifikasi pemborosan tertinggi, menentukan Nilai Tambah (VA), Bukan Nilai Tambah (NVA), Diperlukan Bukan Nilai Tambah (NNVA) dengan menggunakan alat VALSAT terpilih dan memberikan usulan perbaikan. Pemborosan tertinggi yang terjadi adalah cacat, yaitu 20,278%. Alat VALSAT terpilih yaitu Alat Pemetaan Aktivitas Proses dengan VA 62,963%, NVA 28,889%, NNVA 8,148%. Usulan perbaikan pada proses membongkar dan memuat ikan pindang dengan menghilangkan proses yang tidak perlu, mengatur gudang bahan baku, mengatur tata letak ruang produksi, memperbaiki manajemen perusahaan. Berdasarkan susunan Pemetaan Arus Nilai Kondisi Masa Depan, adanya peningkatan persentase Nilai Tambah (VA) sebesar 9,126%, adanya penurunan persentase Bukan Nilai Tambah (NVA) sebesar 9,850% dan adanya peningkatan persentase diperlukan Bukan Nilai Tambah (NNVA) sebesar 0,724%.
Copyrights © 2022