Pandemi Covid-19 telah memberikan perubahan tersendiri bagi masyarkat Desa Kuajang, terutama para Ibu yang memiliki anak Balita. Depresi yang mereka alami berdampak kepada pola pengasuhan. Tujuan dari penelitian ini menggali secara mendalam, pola asuh yang diterapkan para Ibu, kepada anak Balitanya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data, menggunakan wawancara terstruktur dengan membagikan angket kepada 21 Ibu yang memiliki anak Balita. Kemudian wawancara tidak terstruktur kepada 5 Ibu, serta observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penyebaran angket ditemukan 62% responden memilih setuju, bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mengelola emosi saat mengasuh Balita di era new normal, 28,5% responden memilih jawaban tidak setuju, sisanya responden memilih sangat setuju dengan presentase 9,5% saja. Melalui wawancara tidak terstruktur ditemukan bahwa, Pola asuh yang mereka berikan cenderung otoriter, karena sudah menggunakan kekerasan verbal dan fisik. Penyebab mereka mengalami depresi adalah, tidak adanya dukungan dari orang terdekat terutama suami, sehingga mereka kelelahan dalam megurus Balita.
Copyrights © 2022