Pesan terkait promosi tempat wisata selama masa pandemi penting dalam menanamkan brand tempat wisata di kognitif khalayak. Harapannya saat pandemi usai, khalayak memiliki referensi tempat tempat yang akan dikunjungi. Pesan pada media instagram diangkat karena media ini memiliki kelebihan dalam menanamkan awarenes brand dengan kekuatan fitur yang dimilikinya.Tujuan penelitian ingin mengetahui pola penyusunan pesan wisata di media instagram selama pandemi covid-19. Batasan penelitian terkait pesan destinasi wisata yang ada di kota Semarang pada Januari hingga Agustus 2021. Kota Semarang dipilih karena kota ini mengalami transisi dari semula sebagai kota perdagangan menjadi salah satu kota tujuan wisata baru. Metode penelitian secara kualitatif dengan mengamati akun instagram dengan hastaq #destinasiwisatasemarang dan #wisatasemarang dan terambil 10 akun instagram populer baik dari jumlah followers, viewers atas postingan dan interaksinya. Pengamatan dilakukan pada unggahan postingan feeds dan pesan pada captions. Hasil pengamatan dianalisa dengan menggunakan teori compliance gaining. Hasilnya terdapat 4 pola penyusunan pesan wisata yang muncul yaitu dengan menggunakan pola rewarding, punishing, impersonal commitments dan Personal commitments. Pola penulisan secara expertise untuk menarik pembaca belum muncul.Kondisi ini dipengaruhi oleh masa pandemic yang menyebabkan orang terbatas dalam melakukan mobilisasi sehingga menggunakan public figure untuk membantu promosi wisata masih terbatas.Terdapat juga penyusunan pesan dengan pendekatan informatif.
Copyrights © 2022