SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 19, No 2 (2022): Juni 2022

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Tempe Dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) Di CV. Aderina

Ricky Darmawan (Muhammadiyah Gresik University)
Akhmad Wasiur Rizqi (Universitas Muhammadiyah Gresik)
Muhammad Dian Kurniawan (Universitas Muhammadiyah Gresik)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2022

Abstract

CV. Aderina merupakan industri mikro rumahan yang produksi tempe yang terletak di Jl. Raya Sembayat No. 95, Area Sawah/Kebun, Sembayat, Kec. Manyar, Kab. Gresik dan  berdiri sejak tahun 1990. Permasalahan yang seing terjadi adalah masih banyak dijumpai produk tempe yang mengalami kecacatan yang akan mengurangi kepercayaan konsumen. Maka dari itu perusahaan diharuskan melakukan pengendealian kualitas. Pengendalian kualitas yaitu kegiatan yang harus dilaksanakan  oleh perusahaan untuk mengurangi cacat produk  dengan standart perusahaan. Dalam penelitian ini peneliti menemuakan jenis cacat produk seperti kemasukan benda asing, berwarna kehitam-hitaman, dan tingkat kematangan. Dan dalam melakukan pengendalian kualitas peneliti menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dengan alat bantu , Cause and Effect Diagram, Histogram, Check Sheet, Pareto Diagram, Control Chart, Flowchart, dan Scatter Diagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan usulan kepada perusahaan dalam mengatasi kecacatan pada produk tempe. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, menunjukkan bahwa dari 25.785 pcs tempe yang di produksi, telah ditemukan produk yang cacat sebanyak 343 pcs. Kecacatan pada tempe yang paling dominan adalah kemasukan benda asing, tingkat kematangan. Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Tempe, Cacat, SQC, Kualitas

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...