Ketatnya persaingan dunia industri mengharuskan perusahaan memaksimalkan eksistensinya untuk memperoleh produk yang berkualitas maupun kuantitas. PT. Ujong Neubok Dalam (UND) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit (PKS), salah satu perusahaan yang terletak di desa Ujong Lamie Kabupaten Nagan Raya. Jenis produk yang dihasilkan oleh PT. UND adalah Crude Palm Oil (CPO), dan Palm Kernel Oil (PKO). Dalam melaksanakan proses produksi, perusahaan sering mengalami risiko kegagalan pada mesin ripple mill. Salah satu risiko yang pernah terjadi adalah kerusakan pada komponen rotor bar 19 x 390 mengakibatkan mesin ripple mill mengalami downtime pada mesin. Selain itu fall down benda baik itu besi maupun peralatan ke dalam mesin ripple mill sehingga mengakibatkan mesin ripple mill tidak berfungsi secara efektif dan efisien. Dalam menyelesaikan permasalahan penulis mengunakan metode FMEA untuk mengidentifikasi risiko kegagalan dan menggunakan metode fishbone untuk mencari sebab akibat kejadian pada risiko. Hasil analisis FMEA berdasarkan nilai RPN didapatkan risiko prioritas adalah jatuh besi kedalam ripple mill dengan nilai RPN sebesar 504. Sebab akibat yang ditemukan berdasarkan hasil metode Fishbone adalah kurangnya perawatan pada mesin ripple mill, kurangnya pengawasan terhadap mesin ripple mill, metode pegoperasian mesin masih manual, dan layout penempatan mesin belum tertata rapi. Kata Kunci: Fishbone, FMEA, Mesin, Risiko, Ripple Mil
Copyrights © 2022