SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 19, No 2 (2022): Juni 2022

Analisis Risiko Kerusakan Mesin ( Downtime ) Ripple Mill Stasiun Kernel (Studi Kasus PT. Ujong Neubok Dalam)

Zulfahmi, Zulfahmi (Unknown)
Saputra, Arie (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jun 2022

Abstract

Ketatnya persaingan dunia industri mengharuskan perusahaan memaksimalkan eksistensinya untuk memperoleh produk yang berkualitas maupun kuantitas. PT. Ujong Neubok Dalam (UND) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit (PKS), salah satu perusahaan yang terletak di desa Ujong Lamie Kabupaten Nagan Raya. Jenis produk yang dihasilkan oleh PT. UND adalah Crude Palm Oil (CPO), dan Palm Kernel Oil (PKO). Dalam melaksanakan proses produksi, perusahaan sering mengalami risiko kegagalan pada mesin ripple mill. Salah satu risiko yang pernah terjadi adalah kerusakan pada komponen rotor bar 19 x 390 mengakibatkan mesin ripple mill mengalami downtime pada mesin. Selain itu fall down benda baik itu besi maupun peralatan ke dalam mesin ripple mill sehingga mengakibatkan mesin ripple mill tidak berfungsi secara efektif dan efisien. Dalam menyelesaikan permasalahan penulis mengunakan metode FMEA untuk mengidentifikasi risiko kegagalan dan menggunakan metode fishbone untuk mencari sebab akibat kejadian pada risiko. Hasil analisis FMEA berdasarkan nilai RPN didapatkan risiko prioritas adalah jatuh besi kedalam ripple mill dengan nilai RPN sebesar 504. Sebab akibat yang ditemukan berdasarkan hasil metode Fishbone adalah kurangnya perawatan pada mesin ripple mill, kurangnya pengawasan terhadap mesin ripple mill, metode pegoperasian mesin masih manual, dan layout penempatan mesin belum tertata rapi. Kata Kunci:  Fishbone, FMEA, Mesin, Risiko, Ripple Mil

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...