Semiotika dalam seni rupa dan desain dapat digunakan sebagai salah satu alat bedah karya, khususnya yang sarat makna dan pesan untuk diungkap agar dapat dipahami bersama. Masalah yang dihadapi adalah masih kurangnya pemahaman terhadap semiotika dan berbagai istilahnya sehingga masih belum optimal digunakan sebagai alat bedah karya, oleh sebab itu diperlukan kajian untuk menjelaskan tentang semiotika dan berbagai istilahnya. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif yang menjelaskan data secara apa adanya, data akan diperoleh secara purposive sampling dari berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, maupun prosiding melalui kajian pustaka yang membahas tentang semiotika, dekonstruksi, dan post-strukturalis pemikiran J. Derrida dan Roland Barthes, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan sistem interaktif yang meliputi, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, defenisi semiotika pada awalnya muncul dari para tokoh strukturalis yang menafsirkan teks dan tanda berdasarkan struktur tertentu yang disepakati bersama dan tidak boleh disalah artikan, namun para tokoh pos-strukturalis justru mengembangkan defenisi tersebut dengan lebih memperluas penafsiran tersebut. Derrida maupun Roland Barthes dengan teori dekonstruksinya membongkar struktur tanda tersebut dan memberi ruang yang lebih luas terhadap alternatif-alternatif penafsiran terhadap tanda.
Copyrights © 2022