Monitoring penggunaan lahan pesisir rawan tsunami berperan penting terhadap upaya pengurangan risiko bencana. Kajian ini dilakukan untuk memetakan penggunaan lahan secara multitemporal di wilayah pesisir pantai Aceh pasca tsunami 2004. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif, data dianalisis secara spasial, dengan melakukan interpretasi citra multitemporal landsat TM 5 dan Landsat 8 untuk menentukan pola dan perubahan penggunaan lahan. Interpretasi dan analisis penggunaan lahan dilakukan dengan klasifikasi terselia melalui pendekatan maximum likelihood. Hasil penelitian menunjukkan pola penggunaan lahan di daerah rawan tsunami yakni di sekitar pesisir masih banyak digunakan sebagai kawasan permukiman. Studi ini menunjukkan selama 15 tahun telah terjadi peningkatan jumlah pemukiman seluas 7418.9796 Ha, dan telah terjadi penurunan lahan terbuka seluas 6743,73 Ha. Sementara penggunaan lahan berupa vegetasi kerapatan tinggi mengalami kenaikan sebesar 672,76 Ha, begitupun vegetasi kerapatan rendah meningkat 459,11 Ha. Pertumbuhan permukiman di daerah rawan tsunami yang cukup padat dapat berimplikasi terhadap tingginya risiko apabila bencana serupa kembali terjadi. Upaya pengaturan, pemantauan, pengendalian dan evaluasi penggunaan lahan secara tepat di daerah rawan tsunami perlu dilakukan agar tingkat risiko bencana dapat ditekan.
Copyrights © 2022