Variasi anatomi sinus maksilaris berhubungan erat dengan bagaimana letaknya dengan akar gigi posterior maksila, salah satunya adalah pneumatisasi sinus maksilaris yang dapat mempengaruhi rencana perawatan dalam ortodonti dan dental implant. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisa gambaran pneumatisasi sinus maksilaris dalam penilaian radiografi. Pasien laki-laki berusia 30 tahun dengan gigi yang berjejal direncanakan untuk dilakukan perawatan ortodonti. Pasien dirujuk ke bagian radiologi untuk dilakukan pemeriksaan radiografis panoramik. Radiograf panoramik menunjukan kedua area sinus maksilaris yang meluas ke inferior area tulang alveolar hingga area posterior border maksila. Untuk memastikan keadaan tulang alveolar pada gigi posterior maksila, pasien dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan Cone Beam computed Tomography (CBCT). Pada pencitraan CBCT, potongan sagital menunjukan perluasan sinus maksilaris kanan dari apikal 12 hingga ke posterior border maksila, sedangkan sisi kiri dari apikal 23 hingga posterior maksila disertai resorpsi tulang alveolar pada kedua sisi maksila. Pneumatisasi sinus maksilaris dipengaruhi banyak faktor salah satunya pencabutan gigi molar posterior maksila. CBCT dapat membantu mengkonfirmasi ukuran dan gambaran sinus maksilaris lebih baik dibandingkan radiograf panoramik.
Copyrights © 2022