Di berbagai industri, khususnya pada industri manufaktur untuk proses assembly manual masih banyak ditemukan sikap kerja yang statis, aktivitas berulang, dan siklus kerja pendek, sehingga dapat menimbulkan gangguan musculoskeletal disorder (MSDs). Identifikasi faktor risiko ergonomi yaitu durasi waktu terpajan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan risiko gangguan MSDs di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap kerja duduk dan berdiri terhadap faktor risiko ergonomi yaitu durasi waktu terpajan pada kerja assembly manual. Rancangan penelitian adalah Treatment by Subject Design, yaitu menggunakan satu kelompok kontrol (KK) untuk sikap kerja berdiri dan satu kelompok eksperimen (KE) untuk sikap kerja duduk pada proses assembly manual. Variabel sikap kerja dinilai dengan teknik RULA dan REBA, sedangkan variabel durasi waktu terpajan dengan mengukur waktu siklus pada kedua perlakuan. Pengolahan data dari 27 sampel dengan uji statistik. Hasil skor RULA pada tingkat risiko cedera sedang menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara sikap kerja berdiri dan sikap kerja duduk pada aktivitas assembly manual. Hasil skor REBA pada tingkat risiko cedera sedang dan ringan menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara sikap kerja berdiri dan sikap kerja duduk, sehingga sikap kerja tidak berpengaruh terhadap faktor risiko ergonomi untuk durasi waktu terpajan pada aktivitas assembly manual.
Copyrights © 2018