Utsu (1977), Rikitake (1976) dan Hagiwara (1974) mengusulkan suatu pendekatan prediksi probabilistik terjadinya gempabumi pada segmen patahan tertentu berdasarkan pada sebuah model perulangan gempabumi, model ini mengasumsikan bahwa probabilitas gempabumi dimulai dengan rupture pada segmen yang lemah kemudian meningkat secara gradual bersamaan dengan proses tektonik yang bekerja pada patahan tersebut. Selain itu, peningkatan aktivitas kegempaan sebelum terjadinya gempa besar biasanya teramati untuk daerah gempa tertentu. Prediksi berdasarkan peningkatan aktivias kegempaan ini menjadi dasar model prediksi penelitian berbasis wavelet ini. Metode wavelet stasioner, model deret waktu autoregressive dan ANFIS digunakan untuk prediksi strain energi release gempabumi pada penelitian ini. Data yang digunakan adalah data gempabumi dangkal dan menengah di Zona Subduksi Jawa dari katalog gempabumi NEIC tahun 1973-2006. Dengan metode prediksi ini diperoleh bahwa strain energy release pada tahun 2007 untuk zona Bagian Barat kegempaan fluktuatif dan relatif lebih tinggi dibandingkan zona Bagian Tengah dan Bagian Timur
Copyrights © 2014