The efforts of Indonesian Muslims to exist among other Muslim ethnics in London from 1960s up today have not given impacts yet. Their existence has not played an important role in spreading Indonesian Islam and not lead to establish a big mosque there. Therefore, this article discusses about how was their history prior to its Indonesian Islamic Centre (IIC)?; and how far did the IIC make efforts to develop Indonesian Muslims in London? Therefore, this article aims to explore its contributions for Indonesian Muslims there, leading to contribute to the Embassy of Republic of Indonesia in the Great Britain and local ruling government there in social-cultural field. Dealing with this, historical method: heuristic, verification, interpretation, and historiography and social history approach on the great efforts of ordinary people are used. In conclusion, the efforts for an Indonesian mosque need more time in spite of having a house serving as a charity foundation and holding bold solidarity and unity for them regularly. This is inseparable from its mission as a uniting spot. Subsequently, ICC’s board members have been able to provide legal marriage service under Indonesian and British laws. All the results show that they should make more significant efforts. ABSTRAK Keberadaan Indonesian Islamic Centre (IIC) bagi komunitas muslim Indonesia di London hingga kini belum berdampak besar dalam mensyiarkan model Islam Indonesia di tengah-tengah etnis muslim lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini mendiskusikan tentang bagaimana sejarah muslim Indonesia sebelum adanya IIC?; dan sejauhmana kiprah IIC untuk mengembangkan eksistensi muslim Indonesia di London? Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kontribusi organisasi tersebut dalam memenuhi kebutuhan keagamaan dan sosial umat Islam Indonesia sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran terutama kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Inggris dan pemerintah lokal. Dalam mengkaji subyek-subyek tersebut digunakan metode sejarah yaitu metode yang menggunakan tahapan-tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi hingga historiografi dan pendekatan sejarah sosial – pendekatan yang memfokuskan pada usaha-usaha rakyat dalam perjuangannya. Setelah melakukan analisa historis, ada beberapa kesimpulan: pertama, perjuangan untuk menghadirkan masjid yang memadai untuk umat Islam Indonesia di London masih memerlukan waktu panjang walau organisasi itu sudah membeli sebuah rumah yang dijadikan yayasan amal. Kedua, IIC sudah bersaha mewadahi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial-budaya anggotanya komunitas muslim Indonesia di Inggris secara regular. Ketiga, penyelenggaraan pernikahan juga menjadi perhatian serius IIC dengan mempertimbangkan hukum-hukum pernikahan yang berlaku di Indonesia dan di Inggris. Semua hasil ini menunjukkan bahwa mereka masih perlu melakukan hal-hal yang lebih berdampak.
Copyrights © 2022