Abstract : This study aims to describe the perceptions of art education students towards learning during the covid-19 pandemic, how the implementation of both good and theoretical learning has been carried out so far and how they have responded. The research method used is a descriptive quantitative approach. The research sample was 164 students of the Performing Arts Education Study Program FKIP Untirta who were still active in lectures during the covid-19 pandemic. Data was collected by filling out questionnaires through google form, which were then analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that performing arts education students could take bold lessons during the pandemic, but art education students wanted face-to-face learning for practical courses, especially music, dance and theater. This is shown by the students' answers for the Music, Tariff and Theater subject groups which showed an average of above 50%, the answers strongly disagreed that the learning was easy to do. As for the music subject group as much as 53%, the dance class group 54.9%, and the theater class group 47.6% who answered strongly disagree that learning the practice of music, dance and theater is easy to do in bold learning during a pandemic. Matters related to practical courses are generally carried out face-to-face due to the use of tools, practical understanding and direct training. Meanwhile, in learning the implementation of practice has not been optimally carried out because it is constrained by various things, especially technical matters. Keywords: Student Perception, Online Learning, Art Education Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa pendidikan seni terhadap pembelajaran daring selama pandemic covid-19, bagaimana pelaksanaan pembelajaran seni baik praktek maupun teori dilaksanakan selama ini dan bagaimana tanggapannya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 164 mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta yang masih aktif dalam perkuliahan selama pandemic covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner melalui google form, yang kemudian di analisis dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan mahasiswa pendidikan seni pertunjukan dapat mengikuti pembelajaran daring dengan baik selama pandemic, namun mahasiswa pendidikan seni pertunjukan menginginkan pembelajaran secara tatap muka untuk mata kuliah bersifat praktek terutama musik, tari dan teater. Hal ini ditunjukan dari jawaban mahasiswa untuk kelompok mata kuliah Musik, tari dan teater menunjukan rata rata diatas 50% menjawab sangat tidak setuju pembelajaran tersebut mudah dilakukan. Seperti untuk kelompok mata kuliah musik sebanyak 53%, kelompok mata kuliah tari 54.9%, dan kelompok mata kuliah teater 47.6% yang menjawab sangat tidak setuju pembelajaran praktek music, tari dan teater mudah dilakukan dalam pembelajaran daring di masa pandemi. Hal ini berkaitan dengan mata kuliah yang bersifat praktek yang pada umumnya dilakukan secara tatap muka langsung dikarenakan penggunaan alat, pemahaman praktek dan latihan secara langsung. Sedangkan dalam pembelajaran daring pelaksanaan praktek belum optimal dilakukan karena terkendala berbagai hal, terutama hal teknis. Kata Kunci : Persepsi Mahasiswa, Pembelajaran Daring, Pendidikan Seni
Copyrights © 2022