JPSriwijaya
Vol 9, No 2 (2021)

PELATIHAN PEMANFAATAN DAUN KELOR MENJADI PRODUK HOME INDUSTRY KAYA ANTIOKSIDAN UNTUK KESEHATAN TUBUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA PULAU SEMAMBU INDRALAYA

Dina Permata Wijaya (Universitas Sriwijaya)



Article Info

Publish Date
07 Jun 2021

Abstract

Daun kelor merupakan tananaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh terutama pada masa pandemi covid-19 ini. Pada masa pandemi ini tubuh memerlukan makanan dan minuman yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan cara mengkonsumsi tanaman yang kaya antioksidan. Daun kelor menjadi tanaman yang dapat dikonsumsi menjadi bahan dasar pengolahan makanan dan minuman karena mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan memiliki aktivitas antioksidan yang diperlukan tubuh untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada masyarakat sekitar Desa Pulau Semambu Indralaya Ogan Ilir. Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu metode pemberian materi terkait pemanfaatan daun kelor serta memberikan pelatihan langsung pembuatan teh celup dan puding daun kelor. Peserta pengabdian ini didominasi oleh wanita karena memiliki potensi dalam pembuatan dan pengolahan produk minuman dan makanan dari daun kelor. Berdasarkan hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan menghasilkan masyarakat yang memiliki daya tarik terhadap produk minuman dan makanan daun kelor yang memiliki nilai ekonomi yang baik sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Pulau Semambu Indralaya

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jpsriwijaya

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Education Energy Engineering Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Neuroscience Public Health

Description

Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan ...