Salah satu isu dunia internasional yang menjadi banyak perhatian adalah permasalahan Not in Employment, Education, or Training atau yang diasa disebut dengan NEET. Banyaknya pemuda yang berada dalam kelompok NEET secara tidak langsung menggambarkan besarnya potensi yang hilang yang dialami oleh negara, termasuk kegagalan pada sistem pendidikan, pasar kerja, dan interkoneksinya. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi karakteristik individu dan kondisi makro dimana individu tersebut tinggal terhadap probabilitas individu masuk ke kelompok NEET (berstatus NEET) di wilayah Sulawesi Barat. Menggunakan data Sakernas Agustus Provinsi Sulawesi Barat tahun 2017 dengan metode analisis regresi logistik dan analisis cluster, penelitian ini mengungkap bahwa pemuda berstatus NEET cenderung akan terjadi pada perempuan yang berumur 20-24 tahun, tidak tamat sekolah dasar, dan telah menikah. Selain itu, hasil dari analisis cluster menunjukkan tingkat NEET tertinggi di Sulawesi Barat berada pada kabupaten dengan harapan lama sekolah dan pendapatan riil per kapita yang tertinggi dibanding kelompok/cluster lainnya dan memiliki tingkat pengangguran terbuka dan indikator kemiskinan (P0, P1, dan P2) yang terendah dibanding kelompok lainnya.
Copyrights © 2022