Putri Wahyu Handayani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis pemuda neet (not in employment, education, or training) Putri Wahyu Handayani; Efi Yuliani
FORUM EKONOMI Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jfor.v24i2.10507

Abstract

Salah satu isu dunia internasional yang menjadi banyak perhatian adalah permasalahan Not in Employment, Education, or Training atau yang diasa disebut dengan NEET. Banyaknya pemuda yang berada dalam kelompok NEET secara tidak langsung menggambarkan besarnya potensi yang hilang yang dialami oleh negara, termasuk kegagalan pada sistem pendidikan, pasar kerja, dan interkoneksinya. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi karakteristik individu dan kondisi makro dimana individu tersebut tinggal terhadap probabilitas individu masuk ke kelompok NEET (berstatus NEET) di wilayah Sulawesi Barat. Menggunakan data Sakernas Agustus Provinsi Sulawesi Barat tahun 2017 dengan metode analisis regresi logistik dan analisis cluster, penelitian ini mengungkap bahwa pemuda berstatus NEET cenderung akan terjadi pada perempuan yang berumur 20-24 tahun, tidak tamat sekolah dasar, dan telah menikah. Selain itu, hasil dari analisis cluster menunjukkan tingkat NEET tertinggi di Sulawesi Barat berada pada kabupaten dengan harapan lama sekolah dan pendapatan riil per kapita yang tertinggi dibanding kelompok/cluster lainnya dan memiliki tingkat pengangguran terbuka dan indikator kemiskinan (P0, P1, dan P2) yang terendah dibanding kelompok lainnya.
Analisis pengaruh akses tenaga listrik yang handal terhadap performa usaha mikro kecil di Indonesia Putri Wahyu Handayani
FORUM EKONOMI Vol 24, No 1 (2022): Januari
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v24i1.10699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses tenaga listrik yang handal terhadap performa usaha mikro dan kecil di Indonesia dan perbedaan pengaruh yang mungkin terjadi antara usaha yang berskala mikro dengan berskala kecil dan antara usaha di daerah tertinggal dengan yang bukan di daerah tertinggal. Dengan menggunakan regresi linear berganda, penelitian ini menemukan bahwa usaha mikro dan kecil yang mendapatkan akses tenaga listrik yang handal terbukti meningkatkan pendapatan usaha per tenaga kerja, keuntungan  usaha per tenaga kerja, dan nilai tambah usaha per tenaga kerja masing-masing sebesar 3,3%, 5,9% dan 3,3% lebih besar dibanding mereka yang tidak memiliki akses terhadap tenaga listrik yang handal. Penelitian ini juga membuktikan bahwa perbedaan besarnya pengaruh akses tenaga listrik yang handal hanya terjadi pada pendapatan usaha per tenaga kerja antara usaha berskala mikro dengan usaha berskala kecil.
Analisis pemuda neet (not in employment, education, or training) Putri Wahyu Handayani; Efi Yuliani
FORUM EKONOMI Vol 24, No 2 (2022): April
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v24i2.10507

Abstract

Salah satu isu dunia internasional yang menjadi banyak perhatian adalah permasalahan Not in Employment, Education, or Training atau yang diasa disebut dengan NEET. Banyaknya pemuda yang berada dalam kelompok NEET secara tidak langsung menggambarkan besarnya potensi yang hilang yang dialami oleh negara, termasuk kegagalan pada sistem pendidikan, pasar kerja, dan interkoneksinya. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi karakteristik individu dan kondisi makro dimana individu tersebut tinggal terhadap probabilitas individu masuk ke kelompok NEET (berstatus NEET) di wilayah Sulawesi Barat. Menggunakan data Sakernas Agustus Provinsi Sulawesi Barat tahun 2017 dengan metode analisis regresi logistik dan analisis cluster, penelitian ini mengungkap bahwa pemuda berstatus NEET cenderung akan terjadi pada perempuan yang berumur 20-24 tahun, tidak tamat sekolah dasar, dan telah menikah. Selain itu, hasil dari analisis cluster menunjukkan tingkat NEET tertinggi di Sulawesi Barat berada pada kabupaten dengan harapan lama sekolah dan pendapatan riil per kapita yang tertinggi dibanding kelompok/cluster lainnya dan memiliki tingkat pengangguran terbuka dan indikator kemiskinan (P0, P1, dan P2) yang terendah dibanding kelompok lainnya.