Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan kendaran bermotor konvensional, antara lain lebih hemat energi, berkinerja lebih baik, lebih ramah lingkungan, dan mengurangi ketergantungan penggunaan energi fosil. Dominasi kendaran bermotor konvensional yang menggunakan BBM perlu dikurangi dan digantikan dengan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dalam mengurangi permintaan BBM. Pengurangan penggunaan BBM melalui pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dimodelkan dengan menggunakan perangkat lunak LEAP (Low Emissions Analysis Platform). Model menggunakan tahun dasar 2018 dan periode proyeksi hingga tahun 2050. Analisis dilakukan dalam model dengan menggunakan dua skenario, yaitu skenario BASE dan skenario KBL. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai pada tahun 2050 dapat menghemat BBM sebesar 358 juta SBM dan hanya meningkatkan penggunaan listrik sebesar 119 juta SBM. Pengurangan penggunaan BBM akan mengurangi impor yang dapat berdampak positif terhadap neraca perdagangan nasional.
Copyrights © 2022