Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Tekno Ekonomi Upgrading Biogas Berbasis POME Dengan Teknologi Water Scrubber Agus Sugiyono; Asmi Rima Juwita; Zulaicha Dwi Hastuti; Ira Fitriana
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 4, No 1: June 2019
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v4.i1.2019.61-68

Abstract

Biometana dari POME (palm oil mill effluent) merupakan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai substitusi gas alam dan LPG. Produksi biometana dapat mencapai 10% dari konsumsi gas bumi saat ini atau setara dengan 20% dari konsumsi LPG bila keseluruhan kapasitas produksi pabrik kelapa sawit dioptimalkan. Salah satu teknologi untuk produksi biometana yang sudah komersial untuk skala industri adalah water scrubber. Penerapan teknologi ini, khususnya di pabrik kelapa sawit Sei Pagar, Riau dengan kapasitas 250 Nm3/jam, belum ekonomis. Makalah ini bertujuan untuk melakukan kajian tekno ekonomi upgrading biogas berbasis POME dengan teknologi water scrubber. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, biaya investasi upgrading biogas plant mencapai 53,2 miliar rupiah, sedangkan biaya operasi dan perawatannya mencapai 8,3 miliar rupiah. Harga biometana masih lebih mahal dari pada harga gas bumi sebesar 5,62 USD/MMBTU. Pada harga gas di atas 18,5 USD/MMBTU, upgrading biogas plant layak untuk dikembangkan. Kendala yang dihadapi dalam mencapai kelayakan adalah biaya investasi yang mahal serta harga gas bumi yang lebih murah. Berbagai kebijakan seperti transisi energi dan feed in tariff untuk energi terbarukan serta penerapan biaya eksternalitas dan depletion premium untuk energi fosil diharapkan dapat mendorong kelayakan penggunaan biometana berbasis POME di masa mendatang.
Peran Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dalam Mengurangi Permintaan BBM di Indonesia Agus Sugiyono; Ira Fitriana; Irawan Rahardjo; Joko Santosa
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.65-72

Abstract

Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan kendaran bermotor konvensional, antara lain lebih hemat energi, berkinerja lebih baik, lebih ramah lingkungan, dan mengurangi ketergantungan penggunaan energi fosil. Dominasi kendaran bermotor konvensional yang menggunakan BBM perlu dikurangi dan digantikan dengan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dalam mengurangi permintaan BBM. Pengurangan penggunaan BBM melalui pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dimodelkan dengan menggunakan perangkat lunak LEAP (Low Emissions Analysis Platform). Model menggunakan tahun dasar 2018 dan periode proyeksi hingga tahun 2050. Analisis dilakukan dalam model dengan menggunakan dua skenario, yaitu skenario BASE dan skenario KBL. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai pada tahun 2050 dapat menghemat BBM sebesar 358 juta SBM dan hanya meningkatkan penggunaan listrik sebesar 119 juta SBM. Pengurangan penggunaan BBM akan mengurangi impor yang dapat berdampak positif terhadap neraca perdagangan nasional.