Status gizi adalah parameter tercukupi atau tidaknya nutrisi bayi dalam proses pertunbuhan dan perkembangan.Berdasarka Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, proporsi status gizi sangat kurus dan kurus pada balita sebesar 10,2%. Propinsi Sumatera Barat, prevalensi status gizi pada anak 0-59 bulan sebesar 3,51 % gizi buruk dan Prevalensi status gizi buruk di kota padang sebesar 3,07 %. Salahsatu rangsangan dan stimulasi yang dianjurkan adalah pijat bayi. pijat bayi adalah bagian terapi sentuhan yang dilakukan pada bayi sehingga dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan, mempertahankan rasa aman pada bayi dan mempererat tali kasih sayang orang tua dan bayi (Roesli, 2013).Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kenaikan Berat Berat Badan Bayi Umur 1-3 Bulan Di PMB Kota PadangPenelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi adalah Populasi dalam peelitian ini adalah seluruh bayi berusia 1-3 bulan Kota Padang. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang dengan rincian 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok eksperimen. Analisa Data menggunakan uji wilcoxon signen rank test menggunakan software pada tingkat kemaknaan p< 0,05.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada Pengaruh Pijat Bayi dengan Kenaikan Berat Badan Bayi di PMB Kota Padang, dengan p-value 0,001 yaitu p < 0,005. Peningkatan berat badan bayi tentunya sangan dipengaruhi oleh pemijatan bayi yang diberikan secara kontiniu. Pada penelitian ini, pijat bayi memberikan manfaat yang sangat besar terhadap pertumbuhan bayiterutama peningkatan berat badan bayi.
Copyrights © 2022