Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-59 BULAN DI KOTA PADANG Arfianingsih Dwi Putri; Fanny Ayudia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i2.640

Abstract

Kejadian Balita pendek atau disebut stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh Balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017, 22,2% atau sekitar 150,8 Juta Balita di dunia mengalami Stunting. Indonesia merupakan peringkat ke 5 dengan jumlah balita tertinggi mengalami stunting setelah India, China, Nigeria, dan Pakistan. Prevalensi balita sangat pendek dan pendek usia 0-59 bulan di Indonesia tahun 2017 adalah 9,8% dan 19,8%. Kondisi ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu prevalensi balita sangat pendek sebesar 8,5% dan balita pendek sebesar 19%. Prevalensi balita stunting di Sumatera Barat tahun 2016 sebesar 25,6%. Di kota Padang Prevalensi balita stunting tahun 2018 sebesar 22,6% . Kejadian ini mengalami peningkatan dari tahun 2015sebesar 14,9%. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control study atau studi kasus control. Penelitian ini dilaksanakan di puskesmas kota Padang. Populasi dalam penelitian ini anak umur 6 - 59 bulan yang mengalami Stunting. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 kelompok Asi Eksklusif dan 44 Kelompok Tidak Asi Eksklusif.  Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara ASI eksklusif dengan kejadian stunting, OR=38,89, artinya kejadian stunting 38,89 kali beresiko pada anak yang tidak ASI ekslusif dari pada anak ASI ekslusif. Disarankan untuk penelitian selanjutkan untuk meneliti Faktor lain, seperti motivasi ibu. 
PENGARUH STATUS GIZI PRAKONSEPSI DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI PADA IBU BERSALIN DI KOTA PADANG Fanny Ayudia; Arfianingsih Dwi Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i1.982

Abstract

Indonesia saat ini masih banyak masalah kesehatan yang terjadi pada perempuan seperti Kekurangan Energi Kronik (KEK), Anemia dan HIV. Begitu Juga dengan Kondisi Kesehatan Bayi Baru Lahir seperti Premature, BBLR dan cacat bawaan. Berdasarkan Riskesdas (2018), Kekurangan energi kronik pada ibu hamil sebesar 17,3% sedangkan pada Wanita Usia subur tidak hamil sebesar  14,5 %. Angka kejadian anemia pada ibu hamil meningkat dari  37,1 % pada tahun 2013 menjadi 48,9 % Pada Tahun 2018. Begitu Juga dengan Kondisi Bayi Baru Lahir dengan prematur sebesar 29,5 % dan BBLR sebesar 6,2%.Bayi Baru Lahir di Sumatera Barat, dengan kejadian BBLR sebesar 4,6 %, PB < 48 cm sebesar 19,8 %. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh status Gizi selama kehamilan yang buruk. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa untuk mendapatkan hasil bayi yang sehat seperti berat badan lahir yang normal, dapat dilakukan intervensi perbaikan status gizi sebelum hamil.Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan rancangan Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Retrospektif. Populasi adalah seluruh ibu bersalin yang berada di kota padang. Dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisa Data menggunakan uji Korelasi Regresi pada tingkat kemaknaan p< 0,05.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa  ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara IMT prakonsepsi dengan berat badan lahir bayi (r=0,883; p= 0,000). Hasil analisis terdapat pengaruh dengan r2 sebesar 0,780, yang artinya status gizi prakonsepsi berpengaruh sebesar 78% terhadap Berat Badan Lahir bayi.
PENGARUH AROMATERAPY LEMON TERHADAP FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DI KOTA PADANG Fanny Ayudia; Ika Putri Ramadhani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i2.635

Abstract

Diawal kehamilan, mual dan muntah (Morning sickness), dialami  sekitar 50% sampai 80% wanita hamil. Mual dan muntah pada ibu hamil, terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida.(Taufan Arif, 2017). Aromatherapi lemon merupakan Terapi komplementer yang aman digunakan pada kehamilan. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Aromaterapy Lemon terhadap Frekuensi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester Pertama “. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi frekuensi mual muntah (Morning sickness) ibu hamil trimester Pertama sebelum dan sesudah diberikan aromatherapy lemon. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan twocontrol group pre-post test design. Penelitian ini dilakukan di kota Padang dengan populasi ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum. Sampel  pada penelitian ini sebesar 34 dengan 17 kelompok eksperimen, sisa 17 nomor digunakan untuk kelompok kontrol. Analisa bivariate menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test, dengan hasil 15 orang terjadi penurunan mual muntah setelah diperikan aroma terapy lemon. Dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian aromaterapy lemon pada ibu hamil trimester pertama dibandingkan kelompok kontrol. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar meneliti menggunakan metode atau terapi yang lain dalam membantu menurunkan Frekuensi mual muntah seperti pemberian aromaterapy jahe,
PENGARUH STATUS GIZI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Fanny Ayudia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i2.508

Abstract

Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. World Health Organisation (WHO) Regional Office South East Asia Region Organisation (SEARO) menyatakan bahwa 25-40% remaja putri menjadi penderita anemia defisiensi zat besi tingkat ringan sampai berat di Asia Tenggara (Tim Poltekkes Depkes Jakarta I, 2010). Remaja putri berisiko tinggi menderita anemia, karena pada masa ini terjadi peningkatan kebutuhan zat besi akibat adanya pertumbuhan dan menstruasi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi kebidanan STikes Alifah  Padang sebanyak 174 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 64 orang. Pengambilan sampel dengan cara proporsional sampling dan simple random sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square p(< 0,05). Hasil uji chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara status Gizi dengan Kadar Heboglobin (p=0,004). Kata Kunci: Status Gizi, Kadar Hemoglobin
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI UMUR 1-3 BULAN DI PMB KOTA PADANG Fanny Ayudia; Arfianingsih Dwi Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1150

Abstract

Status gizi adalah parameter tercukupi atau tidaknya nutrisi bayi dalam proses pertunbuhan dan perkembangan.Berdasarka Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, proporsi status gizi sangat kurus dan kurus pada balita sebesar 10,2%. Propinsi Sumatera Barat, prevalensi status gizi pada anak 0-59 bulan sebesar 3,51 %  gizi buruk dan Prevalensi status gizi buruk di kota padang sebesar 3,07 %. Salahsatu rangsangan dan stimulasi yang dianjurkan adalah pijat bayi. pijat bayi adalah bagian terapi sentuhan yang dilakukan pada bayi sehingga dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan, mempertahankan rasa aman pada bayi dan mempererat tali kasih sayang orang tua dan bayi (Roesli, 2013).Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kenaikan Berat Berat Badan Bayi Umur 1-3 Bulan Di PMB Kota PadangPenelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi adalah Populasi dalam peelitian ini adalah seluruh bayi berusia 1-3 bulan Kota Padang. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang dengan rincian 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok eksperimen. Analisa Data menggunakan uji wilcoxon signen rank test menggunakan software pada tingkat kemaknaan p< 0,05.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa  ada Pengaruh Pijat Bayi dengan Kenaikan Berat Badan Bayi di PMB Kota Padang, dengan p-value 0,001 yaitu p < 0,005. Peningkatan berat badan bayi tentunya sangan dipengaruhi oleh pemijatan bayi yang diberikan secara kontiniu. Pada penelitian ini, pijat bayi memberikan manfaat yang sangat besar terhadap pertumbuhan bayiterutama peningkatan berat badan bayi.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUANTITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER TIGA Fanny Ayudia; Arfianingsih Dwi Putri; Monarisa Monarisa; Afrira Esa Putri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 7, No 3 (2022): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v7i3.2024

Abstract

Semakin tua usia kehamilan maka akan terjadi perubahan psikologis dan diperparah dengan kondisi fisik ibu diantaranya posisi tidur yang tidak nyaman, gerakan janin di malam hari yang dapat menyebabkan kualitas tidur ibu terganggu. Kurangnya kualitas tidur pada ibu hamil berdampak terhadap proses persalinan dan melahirkan, menurunkan interaksi antara ibu dan bayi atau ibu dan keluarga, juga berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satu intervensi yang dilakukan oleh bidan untuk meningkatkan kualitas tidur pada klien adalah aromaterapi. Aromaterapi lavender memiliki manfaat sebagai analgesic dan sedative. Tujuan Penelitian ini untuk melihat Pengaruh Aromaterapi lavender terhadap kuantitas tidur  Ibu hamil trimester III Di PMB Kota PadangPenelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan pretestpost test one group design. Penelitian ini dilakukan di PMB kota Padang pada bulan September 2021 sampai Januari 2022. Sampel  pada penelitian ini ibu hamil trimester III yang berkunjung ke PMB nurhaida, Amd.Keb sebesar 30 orang Tekhnik analisa data bivariat yang digunakan adalah wilcoxon signen rank test menggunakan software pada tingkat kemaknaan p< 0,05. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa  terdapat pengaruh kuantitas tidur Ibu hamil trimester III setelah diberikan intervensi aromaterapi lavender, dengan hasil uji Wilcoxon p-value 0,001 yaitu p < 0,005.Kuantitas tidur ibu hamil trimester III dapat diperbaiki dengan aromaterapi lavender hal ini dibuktikan 21 orang dri 30 orang responden (70 %) terjadi perubahan kuantitas tidur.Aromaterapi Lavender ini direkomendasikan sebagai solusi untuk mengatasi gangguan tidur pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini dapat diterapkan pada pelayanan kesehatan sebagai asuhan kebidanan pada ibu hamil.
Edukasi dan Pendampingan Pijat Bayi Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Umur 1-3 Bulan Fanny Ayudia; Arfianingsih Dwi Putri; Ika Putri Ramadhani; Amrina Amran
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.667

Abstract

Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu usia 0-12 bulan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengemukakan bahwa proporsi status gizi sangat kurus dan kurus pada balita sebesar 10,2%. Propinsi Sumatera Barat, prevalensi status gizi pada anak 0-59 bulan sebesar 3,51 % gizi buruk dan 15,42 % dengan gizi kurang (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2019) .Prevalensi status gizi buruk di kota padang sebesar 3,07 %dan gizi kurang sebesar 18,47%. Jumlah gizi buruk terbanyak di kota padang terdapat di wilayah kerja puskesmas lubuk begalung sebanyak 11 orang dan dilanjutkan dengan wilayah kerja puskesmas andalas 7 orang (Dinkes Kota Padang, 2019). Salahsatu rangsangan dan stimulasi yang dianjurkan adalah pijat bayi. pijat bayi adalah bagian terapi sentuhan yang dilakukan pada bayi sehingga dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan, mempertahankan rasa aman pada bayi dan mempererat tali kasih sayang orang tua dan bayi (Roesli, 2015). Pengabdian masyarakat dengan judul “Edukasi Pijat Bayi terhadap Kenaikan Berat Berat Badan Bayi Umur 1-3 Bulan Di PMB”, bertujuan untuk mengatasi permasalahan gizi dan stunting pada anak.
ANALISIS PERAN KADER DALAM PELAYANAN KESEHATAN PRAKONSEPSI PADA CALON PENGANTIN DI KOTA PADANG Fanny Ayudia; Monarisa Monarisa
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2455

Abstract

Pelayanan kesehatan prakonsepsi memiliki efek yang positif bagi kesehatan Ibu dan anak. World Health Organization (WHO) pada tahun 2013 mengemukakan bahwa, 4 dari 10 wanita mengalami kehamilan yang tidak direncanakan, akibatnya wanita dan pasangannya terlambat mendapatkan intervensi kesehatan esensial saat kehamilan hingga 40%.Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Kota Padang pada tahun 2019, terdapat 51,7 % perempuan yang melakukan pelayanan kesehatan masa reproduktif dan 31,3 % laki-laki yang melakukan skrining kesehatan masa reproduktif. Hal ini menunjukkan bahwa masih rendahnya pelaksanaan pelayanan  prakonsepsi di kota Padang. Kader merupakan masyarakat yang membantu dalam menanggulangi masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui Analisis Peran Kader terhadap Pelayanan  Kesehatan Prakonsepsi pada Calon Pengantin di Kota Padang. Metode Penelitian yang digunakan Survey kualitaif melalui wawancara mendalam (indepth interview). Informan dalam penelitian ini Kader Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang Kuranji yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dibutuhkan informasi kader terkait kesehatan prakonsepsi bagi calon pengantin seperti, pengukuran status gizi yang baik, makanan yang diperlukan pasangan calon pengantin, penentuan masa subur serta penyakit yang diderita yang direkomenmdasikan untuk menunda kehamilan. Rekomendasi penelitian ini diharapkan pihak Puskesmas untuk memberikan pelatihan Kader terkait Pelayanan Kesehatan Prakonsepsi dan membuat modul kader prakonsepsi.Kata Kunci : Peran Kader, Pelayanan Kesehatan Prakonsepsi, Pasangan Calon Pengantin