JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
Vol 6, No 3 (2022): Juni

LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN ETIKA BERDIGITAL BAGI PELAJAR DI KOTA PALEMBANG

Terttiaavini Terttiaavini (Sistem Informasi, Universitas Indo Global Mandiri)
Tedy Setiawan Saputra (Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi APRIN)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2022

Abstract

Abstrak: Digitalisasi merupakan keniscayaan dari perkembangan teknologi informasi yang dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi remaja. Saat ini remaja sangat mudah terpengaruh untuk melakukan tindakan tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi dikemudian hari. Beberapa kenakalan remaja yang sering terjadi yaitu penyebaran hoax, cyberbullying, body shaming dan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) melakukan kegiatan (1) Sosialisasi tentang etika digital (2) pelatihan dan kuis membuat konten menggunakan aplikasi Canva dan tiktok, dan (3) Evaluasi kegiatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan dalam beretika digital bagi siswa dan mahasiswa. Jumlah peserta adalah 120 Siswa dan Mahasiwa dan 25 orang guru pendamping. Dari hasil kegiatan tersebut dilakukan evaluasi pre-test dan post-test menggunakan enam variabel yaitu pemahaman tentang beretika digital, penyebaran hoax, cyberbullying, bodyshaming, pelanggaran HAKI dan pengukuran pelatihan. Persentase variabel tertinggi pada P5 tentang pengetahuan pelanggaran HKI dan akibatnya sebesar 27.59 dan persentase variabel terendah pada P1 yaitu tentang pemahaman ber-etika digital sebesar 13.52 dengan rata-rata persentase peningkatan keseluruhan sebesar 1.78%. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan literasi digital menujukkan adanya peningkatan pemahaman keahlian pelajar tentang etika digital.Abstract: Digitization is a necessity from the development of information technology that can have a positive and negative impact on adolescents. Currently, teenagers are very easily influenced to take action without any impact that will occur in the future. Some juvenile delinquencies that often occur are the spread of hoaxes, cyberbullying, body shaming, and intellectual property rights. To solve this problem, the Community Service Team (PKM) carried out activities (1) Socialization on digital ethics (2) training and quizzes on creating content using the Canva and Tiktok applications, and (3) Evaluation of activities. The purpose of this service activity is to increase digital ethical intelligence for students. The number of participants is 120 students and 25 accompanying teachers. The results of these activities were evaluated for pre-test and post-test using six variables, namely: understanding of digital ethics, the spread of hoaxes, cyberbullying, body shaming, intellectual property rights, and training. The highest percentage of variables in P5 regarding intellectual property rights and their consequences is 27.59 and the lowest percentage in P1 about understanding digital ethics is 13.52 with an average total increase of 1.78%. This shows that digital literacy activities show students' understanding and expertise in digital ethics.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jmm

Publisher

Subject

Other

Description

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research ...