Permintaan bahan perekat kayu semakin meningkat seiring dengan berkembangnya industri perkayuan. Di sisi lain, perekat sintetis yang dihasilkan dari turunan minyak bumi sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia. Polimerisasi kitosan-asam adipat merupakan salah satu bahan alam untuk menghasilkan bioadhesive. Penelitian ini membahas mengenai analisis pengaruh asam P-Toluenasulfonat (PTSA) sebagai katalis terhadap karakteristik perekat sehingga dapat diperoleh perekat alami yang optimal melalui reaksi polimerisasi kitosan dan asam adipat. Polimerisasi cross linking digunakan dalam penelitian ini sehingga didapatkan struktur rantai poliamida. Sampel dirancang dengan komposisi kitosan dan asam adipat 1:13,3 (mol/mol) dan penambahan 0,1 mol minyak sawit/mol kitosan. Kondisi reaksi dikontrol pada suhu 70°C dan 1 atm selama 90 menit. Jumlah asam P-Toluensulfonat (PTSA) divariasikan menjadi 0; 1.5; 2; 2.5; 3; dan 3,5 mol PTSA/mol kitosan. Perekat poliamida diawetkan selama tujuh dan 14 hari sebelum diaplikasikan pada papan kayu. Kekuatan tarik perekat dianalisis menggunakan Universal Testing Machine. Kuat tarik terbaik adalah 409 kPa yang diperoleh sampel tanpa penambahan minyak sawit dengan waktu pemeraman tujuh hari. Viskositas dan FTIR dilakukan untuk mengetahui karakteristik perekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan asam P-Toluensulfonat meningkatkan pembentukan air dan menurunkan kekuatan rekat.
Copyrights © 2022