Tujuan mengukur kinerja Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perhitungan dengan Rasio Likuiditas pada current ratio dan quick ratio pada PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk adalah baik, namun pada PT Indosat Tbk, PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk masih tergolong perusahaan likuid. 2) Perhitungan rasio solvabilitas pada dept to assets PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) adalah rasio yang cukup baik, tiga perusahaan lainnya masih tergolong kurang baik. Namun apabila dilihat dari rasio dept to equity, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) dan PT Smartfren Telecom Tbk menunjukkan rasio yang kurang baik, sedangkan PT Indosat Tbk dan PT XL Axiata menunjukkan rasio yang baik. 3) Perhitungan rasio profitabilitas pada net profit margin ratio PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) memperoleh keuntungan lebih banyak dibandingkan PT Indosat Tbk sedangkan PT Xl Axiata dan PT Smartfren mengalami kerugian. Jika dilihat dari rasio pengembalian aset, hanya PT Telekomunikasi Indonesia yang menghasilkan keuntungan yang baik dari total aset yang digunakan. Dari sisi return on equity ratio, hanya PT Smartfren Telecom yang belum bisa menghasilkan laba yang baik, bahkan sejak 5 tahun terakhir mengalami kerugian. 4) Perhitungan rasio aktivitas, ditinjau dari keempat perusahaan tersebut terdapat 2 perusahaan yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan PT Indosat Tbk dalam mengelola sumber daya yang ada dapat dikategorikan yang cukup baik dan efektif
Copyrights © 2022