Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi jumlah tunas dan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum Tuberosum L.) generasi dua (G2) Varietas Granola. Percobaan dilakukan di lahanĀ Balai Pengembangan Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan diantaranya: A (tunas 1-2 dan bobot umbi <30 g), B (tunas 1-2 dan bobot umbi 30 - 60 g), C (tunas 1-2 dan bobot umbi >60 g), D (tunas 3-4 dan bobot umbi <30 g), E (tunas 3-4 dan bobot umbi 30 - 60 g), F (tunas 3-4 dan bobot umbi >60 g). Data analisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian mensunjukkan terdapat pengaruh nyata perlakuan jumlah tunas dan bobot umbi terhadap jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, dan bobot umbi per petak, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, dan diameter kanopi. Jumlah umbi per tanaman tertinggi 11,63 pada perlakuan F. Bobot umbi per tanaman tertinggi 800,87 g pada perlakuan. Bobot umbi per petak tertinggi 7,62 kg (25,92 t/ha) pada perlakuan F.
Copyrights © 2022