Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab banyaknya anak putus sekolah di desa Bagan Kuala sehingga diharapkan dapat ditemukan beberapa solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada 10 orang anak yang diambil melalui random sampling dan diteliti melalui teknik observasi serta wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa beberapa penyebab anak putus sekolah adalah dikarenakan faktor ekonomi, perhatian orang tua, rendahnya motivasi dan pengaruh lingkungan. Dan dengan adanya layanan konseling kelompok, didapati bahwa adanya perubahan pemikiran sehingga anak-anak merasa bahwa hal yang menjadi penyebab bukanlah masalah serta mereka menjadi berpikir bahwa sekolah itu penting. Sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok memiliki pengaruh dalam perubahan pemikiran anak-anak yang putus sekolah.
Copyrights © 2022