Penggunaan Biodiesel diyakini mampu menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Artikel ini menjabarkan analisis emisi dari perubahan penggunaan bahan bakar solar murni ke Biodiesel di Pembangkit Tenaga Listrik Diesel (PLTD) Talaga, Buton, Sulawesi Tenggara. Intensitas emisi GRK dari PLTD Talaga selama 10 tahun terakhir dikaji melalui aplikasi perhitungan dan pelaporan emisi ketenagalistrikan (Apple-Gatrik). Data emisi dari aplikasi tersebut diperoleh dengan memasukan data operasi tahunan seperti Daya Mampu Pembangkit, Gross Electricity Production, Capacity Factor, Jam Kerja, Efisiensi Termal, Load Factor, Net Electricity Production, serta konsumsi bahan bakar. Rata-rata intensitas emisi dari Biodiesel B30 sekitar 0,708 ton CO2e/ MWh, yang menunjukkan penurunan sekitar 28,19% bila dibandingkan dengan solar murni dengan intensitas emisi 0,986 ton CO2e/MWh. Faktor pendukung penurunan emisi GRK dengan penggunaan Biodiesel adalah ketepatan jadwal pemeliharaan mesin dan pengelolaan penyimpanan bahan bakar untuk mencegah endapan.
Copyrights © 2022