Batik Bono merupakan batik khas Kabupaten Pelalawan hasil produksi dari Rumah Batik Andalan yang hadir melalui kerjasama antara pemerintah dan perusahaan dalam bidang usaha mikro kecil dan menengah. Nama Bono sendiri diambil dari fenomena alam yang terjadi di muara sungai Kampar. Mitos dalam masyarakat, bono yang merupakan jelmaan 7 hantu yang sering menenggelamkan kapal dan memakan korban sehingga menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat Dalam perkembangannya, Batik Bono sudah memilikii 5 motif yang diakui hak ciptanya oleh Kemenkumham dan sudah bersertifikat SNI. Penelitian ini membahas mengenai perkembangan motif Batik Bono sebagai identitas Kabupaten Pelalawan berbasis kearifan lokal. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1)untuk mengetahui sejarah Batik Bono sebagai identitas Kabupaten Pelalawan, 2)untuk mengetahui perkembangan motif pada Batik Bono Kabupaten Pelalawan, 3)untuk mengetahui pelestarian Batik Bono sebagai identitas Kabupaten Pelalawan, dan 4)untuk mengetahui dampak dari Batik Bono. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah. Hasil dari penelitian ini adalah perkembangan industry kecil ini yang mampu berdiri secara mandiri dan berkelanjutan. Terlepas dari itu peran seluruh lapisan masyarakat tetap harus ditingkatkan agar Batik Bono ini tetap eksis menjadi Icon/Ciri khas/Identitasnya Kabupaten pelalawan. Kehadiran dari Batik Bono ini berdampak pada seluruh sektor mulai dari perekonomian yang membantu membantu pemenuhan kebutuhan hidup bagi para masyarakat yang tergabung di dalam Rumah Batik Andalan, sektor pariwisata yang mengangkat potensi wisata ombak bono, hingga sosial yang membuat Kabupaten Pelalawan memiliki cenderamata khasnya tersendiri.
Copyrights © 2022