Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana relevansi penerapan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam pembentukan sekolah sehat di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam pembentukan sekolah sehat di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta yaitu (1) Strategi terarah, terukur, dan berkesinambungan meliputi a) Mengintegrasikan konten kurikulum pendidikan agama dan budi pekerti ke dalam seluruh mata pelajaran yang relevan; b) Mensinergikan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah yang direncanakan maupun diprogramkan; c) Berkolaborasi membangun komunikasi dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua peserta didik dan pihak-pihak berkepentingan; (2) Faktor penghambat yaitu pendampingan orang tua yang tidak sama karena mereka beragam profesi, komunikasi, dan beberapa siswa lupa membawa buku monitoring PHBS; (3) Faktor pendukung antara lain a) keteladanan, misal melatih keikhlasan sedekah sampah di bank sampah dan berinfak dengan e-infak; b) kegiatan spontan; c) pengondisian lingkungan dengan memanfaatkan fasilitas sekolah yang disediakan; d) teguran terhadap siswa yang tidak hemat air dan listrik dan; e) kegiatan rutin seperti budaya antri, berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan, habituasi dan membersihkan ruang kelas.
Copyrights © 2022