AbstrakTerjadinya Pandemi COVID 19 telah menyebabkan perubahan pada semua aspek kehidupan termasuk pola perilaku konsumen . Selama masa pandemi COVID 19 , remaja dan anak-anak lebih memilih mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan manis dengan tujuan untuk mengatasi atau mengembalikan kondisi suasana hati yang tidak baik. Mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Penelitian ini merupakan metode penelitian korelasional analitik. Metode penelitian ini akan mengevaluasi pengaruh Pandemi Covid 19 pada kebiasaan makan remaja putri. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa di Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Pencarian informasi untuk penelitian ini adalah survei pada tanggal 10-24 Januari 2022. Karena sedang berada dalam masa pandemi, kuesioner disampaikan melalui Google form terdiri dari 32 pertanyaan dengan total responden sebanyak 45 mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling. Uji analisis data :menggunakan uji Wilcoxon signed test karena data tidak normal. Hasil uji didapatkan nilai Asymp sig 0.025, lebih kecil dari 0.05 sehingga dinyatakan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan kebiasaan makan remaja putri sebelum dan selama pandemi COVID 19. Pandemi COVID 19 membuat remaja menjadi lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan . Hal ini disebabkan karena adanya perasaan khawatir jika salah makan atau memiliki kebiasaan yang buruk akan berakibat pada kekebalan tubuhnya sehingga berisiko terkena infeksi COVID 19.
Copyrights © 2022