Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Potret Perilaku Ibu Hamil terkait dengan Kesehatan di Kabupaten Kudus Ika Tristanti; Fania Nurul Khoirunnisa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.248 KB)

Abstract

Latar belakang : permasalahan di Indonesia yang masuk dalam salah satu program mdgs di bidang kesehatan antara lain sebaran balita kurang gizi, proporsi balita pendek, status gizi anak dan tingkat kematian ibu. Pada tahun 2015 , angka kematian ibu di Indonesia adalah 305/100.000 kelahiran hidup , hal ini masih jauh di atas target MDGs yakni 102/100.000 kelahiran. Salah satu penyebab kematian ibu adalah permasalahan kesehatan yang dialami sejak masa kehamilan. Perilaku ibu pada masa kehamilan akan mempengaruhi kondisi kesehatannya baik secara fisik maupun psikis yang berdampak pada proses kelahiran dan pasca kelahiran. Tujuan penelitian : untuk mendiskripsikan perilaku konsumsi, personal hygiene, seksual, aktivitas, istirahat, sosial budaya ibu hamil yang terkait dengan kesehatan. Metode penelitian : jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam melibatkan ibu hamil, suami dan bidan pada bulan April – Mei 2019. Data informan divalidasi dengan metode triangulasi. Hasil penelitian : tidak semua ibu hamil mengkonsumsi zat gizi seimbang karena adanya mual muntah dan mengidam di awal kehamilan, enggan mengkonsumsi jenis makanan yang tidak disukai, anjuran untuk pantang jenis makanan tertentu. Adanya kepercayaan tentang waktu dan frekuensi mandi dan keramas pada ibu hamil, apabila dilanggar akan berakibat buruk bagi ibu maupun janin. Selama hamil, ibu dan suami mengurangi frekuensi hubungan seksual karena takut menyakiti janin. Selama hamil, ibu dilarang bepergian jauh(luar kota) dan diharuskan mengenakan gunting atau peniti agar ibu dan bayi selamat. Ibu hamil tetap melakukan aktivitas bekerja maupun melakukan pekerjaan di rumah tetapi dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan. Ibu hamil tidak terbiasa tidur di pagi hari karena alasan bekerja dan ada larangan dari keluarga. Pada kehamilan trimester III ibu hamil mulai merasakan sulit tidur dan kurangnya kualitas tidur. Masih ada syukuran empat bulanan dan tujuh bulanan sebagai bentuk dukungan bagi ibu hamil dan janin. Selama hamil , ibu rutin periksa ke bidan dan puskesmas untuk mengetahui tumbuh kembang janin dan kondisi kesehatan ibu. Kesimpulan : perilaku ibu hamil telah mencerminkan perilaku sadar kesehatan , tetapi masih ada mitos dan budaya yang mempengaruhi perilaku ibu hamil walaupun tidak semua mitos dan budaya tersebut merugikan kesehatan.
Hubungan Umur, Jenis Kelamin, Pekerjaan, Pendidikan Dengan Pharmacovigilance Program Pemberian Obat Filariasis Pada Warga Desa Pecangaan Kecamatan Batangan Kabupaten Pati Noor Cholifah; Ika Tristanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.519 KB)

Abstract

Efek samping obat yang tidak diinginkan/ Adverse Drug Reactions (ADRs) sebagai respon terhadap obat yang tidak diinginkan, sistem Pharmacovigilance telah dibentuk untuk terus memantau dari segi keselamatan. Salah satu strategi pemberantasan filariasis yang dilakukan dengan memutuskan mata rantai penularan dengan program Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) filariasis. Tujuan : penelitian ini adalah Mengetahui Pharmacovigilance obat Filariasis terhadap warga Desa Pecangaan Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik Kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukan ada hubungan umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan responden dengan efek samping sakit kepala (p=0,00). Sementara yang tidak berhubungan antara umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan efek samping muntah, demam dan nyeri (>p=0,05). Kesimpulan : filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh larva cacing Filaria (wuchereria brancrofti, brugia malayi dan brugia timori) yang ditularkan oleh nyamuk culex, aedes, anopheles,Saran : kepada semua pihak baik dinas, puskesmas dan masyarakat saling bekerja sama dalam memutus mata rantai penularan penyakit filariasis.
PELATIHAN KAPASITAS KADER DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING BAYI DAN BALITA DI KABUPATEN SRAGEN Amal Fadholah; Ika Tristanti; Tri Maryani; Sri Mulyani; Eti Poncorini Pamungkasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13170

Abstract

ABSTRAKStunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita sebagai akibat dari kekurangan gizi kronis terutama ada 1.000 Hari Pertama Kehiduan (HPK). Kondisi ini disebabkan oleh multifaktor dan penanganan kasus stunting dapat dilakukan dengan upaya promotif maupun preventif. Jumlah kasus stunting di wilayah Kabupaten Sragen pada bulan Februari 2022 adalah 3.829 kasus. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan kader untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang stunting. Pelaksanaan dan metode diawali dengan tahapan analisis situasi dan dilanjutkan pelatihan sebagai upaya peningkatan kapasitas kader dalam hal pencegahan dan pengendalian stunting di Kabupaten Sragen. Kegiatan diikuti oleh 21 orang kader BKB yang berasal dari lokus stunting di wilayah Kabupaten Sragen. Pengukuran pemahaman kader menggunakan kuesioner sebanyak dua kali yakni sebelum pelatihan berlangsung (pre-test) dan sebagai post-test tentang stunting. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon untuk menguji pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan kader. Hasil didapatkan adanya peningkatan kapasitas kader stunting (pretest mean 86.67 ± SD 9.661, post test mean 90.48 ± SD 7.229, p value 0.015. Simpulan : Pelatihan kader dapat meningkatkan pengetahuan kader. Kata kunci: pelatihan; kader; stunting ABSTRACTStunting was a condition of growth failure in under-five children as a result of chronic malnutrition especially at the first 1,000 Days of Life. This condition was caused by multifactors and stunting cases could be handled through promotive and preventive efforts. The number of stunting cases in the Sragen on February 2022 was 3,829 cases. The study aimed to analys the effectivity of the cadres training to increase the cadres knowledge about stunting. The implementation and methods began with the situation analysis before training the cadres in Sragen in order to improve their competences in preventing and controlling stunting cases. The activity was attended by 21 BKB cadres from stunting locus on Sragen. The cadre’s knowledge was measured using pre-test and post-test questionnaires of stunting. Data was analyzed using Wilcoxon test. The result was obtained that training could increase the knowledge of cadres (pretest mean 86.67 ± SD 9.661, post test mean 90.48 ± SD 7.229, p value 0.015) . Conclusion: The cadres training could increase the knowledge of cadres. Keywords: training; cadres; stunting
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI JEPARA, JAWA TENGAH (STUDI EKSPLORATIF) Ika Tristanti; Indah Puspitasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.1162

Abstract

Salah satu tujuan pembangunan di negara-negara di Dunia adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu. Kesehatan ibu salah satunya ditingkatkan dengan menyediakan dan mempermudah akses pelayanan pemeriksaan pada ibu hamil atau dikenal dengan istilah antenatal care. Pelayanan pemeriksaan kehamilan yang tidak memadai atau dibawah standar dapat mempengaruhi kondisi kehamilan ibu dan janin yang akan dilahirkan nanti terutama ibu hamil dengan disertai komplikasi masalah kesehatan lainnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang waktu pemeriksaan kehamilanPenelitian ini merupakan penelitian cross-sectional eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di dua wilayah puskesmas yaitu Puskesmas Pecangaan  dan Puskesmas Kedung. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan jumlah sampel adalah 10  ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di kedua puskesmas tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan jadwal wawancara semi terstruktur dan panduan kelompok terarah. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis isi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 responden berusia 20-35 tahun, semua sudah menikah, 7 berpendidikan dasar (tamatan SD atau SMP), 2 berpendidikan sekolah menengah  atas dan 1 berpendidikan tinggi, 6 orang bekerja , 3 orang telah memiliki anak. Dalam menilai pengetahuan ibu hamil tentang  waktu pemeriksaan kehamilan , Ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di Bidan atau Puskesmas setelah mengalami terlambat bulan.Ibu hamil telah  menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan atau perawatan  antenatal , ibu hamil mengetahui jadwal atau waktu pemeriksaan kehamilan, ibu hamil mendapatkan informasi tentang jadwal pemeriksaan kehamilan dari bidan. Tetapi ibu hamil kurang mengetahui tentang fokus asuhan yang diberikan oleh ibu hamil pada tiap kali pemeriksaan kehamilan.
MODEL PROBLEM BASED LEARNING KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA KEBIDANAN Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak; Ika Tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1319

Abstract

One method that is widely used to increase student activity in the learning process is the problem based learning method. Problem based learning builds skills, teamwork and communication. PBL is easier to implement and requires less preparation time when compared to classical learning methodsObjective: to apply problem-based learning model to interpersonal communication competenceMethod: observational method with problem based learning. The sample in this study were 15 students of the third semester of midwifery study program. Stages of analyzing, solving problems of cases, planning information communication and education, planning the media used in IEC, simulation of interpersonal communication and evaluation. The measuring instrument used is the Interpersonal Communication Competence Scale (ICCS).Result: the use of problem based learning interpersonal communication model for midwifery students found that most of the communication skills were 86.67% in good category and 13.33% in sufficient category.Conclusion: the problem based learning method with interpersonal communication competence is very effective in improving student learning outcomes, namely being more confident in conveying the message given to the audience.
MASTITIS (LITERATURE REVIEW) Ika tristanti; Nasriyah Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.729

Abstract

Latar belakang : mastitis merupakan kejadian yang ditandai dengan adanya rasa sakit pada payudara yang disebabkan adanya peradangan payudara yang bisa disertai infeksi maupun non infeksi. Kejadian mastitis sekitar 15–21% ibu menyusui yang terjadi pada 6-8 minggu pertama masa menyusui. Tujuan penelitian : untuk mendapatkan sumber referensi ilmiah tentang mastitis berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Metode penelitian : dengan melakukan pencarian literature yang dilakukan sampai dengan tanggal 20 Mei 2019 melalui database pubmed dan google scholar menggunakan kata kunci mastitis digunakan 11 artikel sebagai sumber referensi. Hasil penelitian : mastitis adalah suatu kondisi radang payudara dan mungkin akibat penurunan imunitas dan penurunan daya tahan terhadap infeksi. Mastitis berkisar pada tingkat keparahan dari peradangan ringan, asimptomatik yang biasanya tidak menular, hingga mastitis parah yang terbukti secara klinis, yang bermanifestasi sebagai kemerahan, pembengkakan payudara, demam atau infeksi sistemik. Mastitis dapat timbul dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan ibu, kesehatan bayi atau keduanya. Kesimpulan : hal yang disarankan pada kasus mastitis adalah ibu masih tetap menyusui bayinya, agar dapat mengurangi pembendungan pada ASI, tetapi jika ada puting susu lecet maka sebaiknya menggunakan alat bantu  untuk menyalurkan ASI pada bayinya. Pemberian informasi tentang cara menyusui yang benar dan cara manajemen laktasi sangat penting untuk pencegahan mastitis. 
RENTANG WAKTU MELAKUKAN COITUS DENGAN KEJADIAN DISPAREUNIA Atun Wigati; Ana Zumrotun Nisak; Ika Tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.918

Abstract

Kebutuhan ibu nifas, juga sama halnya dengan ibu lainnya hanya lebih membutuhkan penanganan khusus. Salah satu kebutuhan ibu nifas adalah kebutuhan seksual. 20% perempuan yang baru pertama kali melahirkan membutuhkan waktu 6 bulan untuk merasa nyaman secara fisik saat bersenggama, dengan waktu rata-rata sekitar 3 bulan. Sekitar 61% terjadi rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual pasca melahirkan karena dilakukan sebelum 6 minggu pasca melahirkan, hanya 12-14% pasangan yang tidak mengalami masalah seksual setelah melahirkan (sexual problems postpartum) karena dilakukan setelah 6 minggu pasca melahirkan. Tujuan peneltian ini untuk menganalisa rentang waktu melakukan coitus dengan dispareunia pasca nifas. Jenis penelitian menggunakan deskriptif analitik, pendekatan waktu retrospective study. Tehnik pengambilan sample menggunakan simple random sampling. Jumlah sample dalam penelitian ini adalah 36 responden yang sudah memenuhi kriteria inklusi. Analisa data statistic menggunakan uji Chi-Square dengan instrument penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan nilai chi-square adalah 5,99. Hasil ini menunjukkan ada korelasi antara rentang waktu melakukan coitus dengan kejadian dyspareunia pada ibu pasca nifas di BPM Sri Purwanti Kabupaten Jepara. Kata Kunci : rentang waktu coitus, dispareunia
KUALITAS PELAYANAN PASIEN BPJS KELAS III BERDASARKAN FASILITAS DI RUANG NIFAS RSU AISYIYAH KUDUS Ika tristanti; Noor Hidayah; Devi Madera; Farida Putri Ariyani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.628

Abstract

Latar Belakang : Hal yang paling utama dalam kehidupan manusia adalah kesehatan, karena dengan kesehatan manusia dapat menikmati kehidupan di dunia tanpa merasakan ketidaknyamanan akibat menderita penyakit. Sejak tanggal 1 Januari 2014, di Indonesia telah didirikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) sebagai bentuk tanggung jawab Negara untuk melindungi kesehatan warganya (Universal Health Coverage)  sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kualitas pelayanan BPJS dianggap kurang dari standar baik dari segi obat yang digunakan, kondisi ruangan dan fasilitas ,dan sikap petugas dalam memberikan pelayanan. Masyarakat menganggap bahwa ada perbedaan kualitas pelayanan antara pasien umum dengan pasien BPJS. Tujuan : untuk mengetahui hubungan fasilitas ruang perawatan nifas kelas III dengan kualitas pelayanan di RSU Aisyiyah Kudus.. Metode : Jenis penelitian korelasi analitik. Metode pendekatan menggunakan Cross Sectional, sampel yang digunakan sebanyak 54 responden dengan teknik sampel random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian : Fasilitas ruang nifas pada pasien BPJS kelas III di RSU Aisyiyah Kudus Tahun 2017 didapatkan hasil 31 orang responden (57.4%) mendapat fasilitas ruang nifas baik.Kualitas pelayanan pasien BPJS kelas III di RS Aisyiyah Kudus Tahun 2017 di dapatkan hasil 36 orang responden (66,7%) merasa puas.Ada hubungan Fasilitas Ruang Nifas dengan Kualitas pelayanan BPJS kelas III di RS Aiyiyah Kudus Tahun 2017 dengan  p value  sebesar sebesar 0,000 (α0,05) dengan tingkat korelasi tinggi (0,721) Kesimpulan : Ketersediaan fasilitas akan menunjang kualitas pelayanan kepada pasien termasuk pasien BPJS kelas III di ruang nifas RSU Aisyiyah Kudus
KECEMASAN IBU DENGAN RIWAYAT OBSTETRI BURUK PADA PERSALINAN KALA I Ika Tristanti; Tirami Arum Larasati; Noor Asiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1847

Abstract

Ibu hamil dapat mengalami kecemasan selama hamil dan berlanjut sampai masa persalinan. Kecemasan dapat memicu produksi hormon stress yang menyebabkan gangguan peredaran darah dan pertukaran oksigen ibu dengan janin yang berakibat melemahnya kontraksi uterus dan memicu kegawatan pada janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kecemasan ibu dengan riwayat obstetri buruk pada persalinan kala I. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif fenomenologis Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Slawi, pada tahun 2022. Pengambilan data dilakukan melalui in depth interview. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah eksplikasi data. Hasil penelitian, kecemasan yang dialami oleh ibu disebabkan oleh  adanya pengalaman buruk dan rasa sakit selama proses persalinan. Rasa cemas mulai dirasakan oleh ibu pada trimester III dan semakin terasa berat ketika memasuki masa persalinan kala I. Ketidaknyamanan fisik yang dialami oleh ibu antara lain merasa tegang, kadang lesu, tidur tidak tenang, mudah kaget atau terkejut, mood swing, mudah gemetar, sering bermimpi buruk, mudah pingsan, gangguan pencernaan (muntah, diare), sering buang air kecil, pusing, mudah berkeringat dan ketidaknyamanan fisik lainnya. Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi kecemasan yaitu dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan, mengikuti kelas ibu hamil dan selalu komunikasi dengan suami. Orang yang paling dibutuhkan saat ibu mengalami kecemasan adalah suami, keluarga khususnya ibu, saudara , teman dan penolong persalinan yang sabar. Kesimpulan penelitian adalah perlu adanya pendampingan sejak awal masa kehamilan dan selama persalinan kepada ibu dengan riwayat obstetri buruk sehingga kecemasan yang dialami bisa diatasi dan tidak berlanjut. Dengan adanya pendampingan yang tepat maka rasa cemas dan takut yang dialami dapat dicegah dan tertangani sehingga tidak akan menyebabkan komplikasi pada masa kehamilan dan persalinan selanjutnya.
PENGARUH PANDEMI COVID 19 PADA KEBIASAAN MAKAN REMAJA PUTRI Ika Tristanti; Anis Solikhah; Sri Budiani
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v6i1.1480

Abstract

AbstrakTerjadinya Pandemi COVID 19 telah menyebabkan perubahan pada semua aspek kehidupan termasuk pola perilaku konsumen . Selama masa pandemi COVID 19 , remaja dan anak-anak lebih memilih mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan manis dengan tujuan untuk mengatasi atau mengembalikan kondisi suasana hati yang tidak baik. Mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Penelitian ini merupakan metode penelitian korelasional analitik. Metode penelitian ini akan mengevaluasi pengaruh Pandemi Covid 19 pada kebiasaan makan remaja putri. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa di Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Pencarian informasi untuk penelitian ini adalah survei pada tanggal 10-24 Januari 2022. Karena sedang berada dalam masa pandemi, kuesioner disampaikan melalui Google form terdiri dari 32 pertanyaan dengan total responden sebanyak 45  mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling. Uji analisis data :menggunakan uji Wilcoxon signed test karena data tidak normal. Hasil uji didapatkan  nilai Asymp sig 0.025, lebih kecil dari 0.05 sehingga  dinyatakan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan kebiasaan makan remaja putri sebelum dan selama pandemi COVID 19. Pandemi COVID 19 membuat remaja menjadi lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan . Hal ini disebabkan karena adanya perasaan khawatir jika salah makan atau memiliki kebiasaan yang buruk akan berakibat pada kekebalan tubuhnya sehingga berisiko terkena infeksi COVID 19.