EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)
Vol 6 No 1 (2022): EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan)

Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Pada Bank Central Asia (BCA) Syariah Berdasarkan Metode Camel (Studi Kasus Pada PT Bank BCA Syariah Periode 2015-2019)

Yulia Purnama (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Indonesia Purwakarta)



Article Info

Publish Date
16 Jun 2022

Abstract

Kondisi keuangan suatu lembaga keuangan sangat penting terjaga kesehatannya, sebagai salah satu cara untuk menjaga kepuasan nasabah dan menambah jumlah investor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis penilaian tingkat kesehatan pada Bank Central Asia (BCA) Syariah berdasarkan metode CAMEL di PT. Bank BCA Syariah Periode 2015-2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Capital (permodalan) mendapatkan predikat “Sangat Sehat”. Karena nilai CAR yang didapatkan lebih besar dari 12% sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Assets (Kualitas Aktiva Produktif) mendapatkan predikat “Sehat”, karena nilai KAP yang didapatkan dibawah 10,35%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Management (Manajemen) dengan menilai tingkat NPM (Net Profit Margin) mendapat predikat “Cukup Sehat”, karena nilai NPM yang didapatkan berada di kisaran 66%-80%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Earning (Rentabilitas) menggunakan dua rasio ROA dan BOPO. ROA tahun 2015-2019 mendapatkan kategori “Cukup Sehat”, karena nilai ROA yang didapatkan berada di kisaran 0,5%-1,24%. Sedangkan tingkat kesehatan rasio BOPO periode 2015-2019 berada pada predikat “Sangat Sehat”, karena nilai BOPO yang didapatkan lebih kecil dari 94%. Tingkat kesehatan BCA Syariah periode 2015-2019 berdasarkan Liquidity (Likuiditas) menggunakan rasio FDR (Finance to Deposit Ratio) didapatkan predikat “Cukup Sehat”, karena nilai FDR yang didapatkan berada dikisaran 85%-100%. Tingkat kesehatan BCA Syariah pada tahun 2015-2019 menggunakan metode CAMEL berada pada posisi “Cukup Sehat”. Dikarenakan nilai CAMEL yang diperoleh berada pada posisi kurang dari 81%, atau berada pada rentang 66%-80%. Artinya bank dinilai cukup mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis, faktor eksternal lain tercermin dari peringkat faktor penilaian, antara lain profil risiko, penerapan tata kelola, rentabilitas, dan permodalan yang secara umum cukup baik.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

EKSISBANK

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Eksisbank Journal is open access published by the Sharia Economic Study Program and Syariah STIES Banking Indonesia Purwakarta. The main objective of Eksisbank is to provide a platform for scholars, academics and international researchers to share contemporary thoughts in the fields of accounting, ...