Hiperglikemia adalah kondisi tubuh mengalami peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Daun kersen (Mutingia calabura L.) dan daun teh hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze) memiliki aktivitas antihiperglikemia. Metode yang digunakan yaitu maserasi dan rebusan. Ekstrak etanol dan rebusan dilakukan uji fitokimia setelah itu kelompok ekstrak etanol dan rebusan tunggal maupun kombinasinya diujikan ke mencit jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok yang memberi aktivitas penurunan kadar glukosa dari ekstrak, rebusan tunggal daun kersen dan daun teh hijau maupun kombinasinya dibandingkan dengan kontrol positif. Hasil uji fitokimia dari ekstrak etanol dan rebusan daun kersen serta daun teh hijau menunjukan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin. Pemberian perlakuan dan induksi sukrosa dilakukan selama 28 hari, pengukuran penurunan kadar glukosa darah mencit pada hari pertama dengan interval waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam dilanjutkan pengukuran tiap 1 minggu sekali 3 jam setelah perlakuan. Penurunan tersebar pada rebusan kersen tunggal (R1) dan penurunan terbesar kombinasi daun kersen dan daun teh (3:1) (R5). Penurunan rata-rata kontrol positif (akarbosa) 60,45%, rebusan daun kersen (R1) 51,62%, kombinasi rebusan 3:1 (R5) 53,44%.
Copyrights © 2022