Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 1 No 1 (2015)

FAKTOR RESIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN TAHUN 2012-2013

Aena Mardiah (Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar)



Article Info

Publish Date
07 Dec 2015

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, dan cenderung menunjukkan kenaikan yang fluktuatif. Dilaporkan terdapat 35 desa dari beberapa kecamatan tersebar sebagai wilayah endemis. Berbagai cara pengendalian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, tetapi kasus DBD masih ditemukan sepanjang tahun. Faktor individu, lingkungan, dan vektor merupakan faktor yang berpengaruh dalam menunjang terjangkitnya penyakit DBD. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisa kejadian DBD yang disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan case control dan tidak dimatching. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Purwokerto Selatan. Subjek penelitian adalah penderita DBD berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan tercatat di register wilayah kerja puskesmas di Purwokerto Selatan dan bukan penderita DBD. Jumlah sampel penelitian 276 responden. Pemilihan subjek penelitian secara purposif. Variabel yang diteliti meliputi: variabel terikat kasus DBD, variabel bebas yaitu faktor host, faktor perilaku, jenis rumah, dan keberadaan jentik. Uji statistik yang digunakan adalah Chi square (analisis bivariat) dan Logistic Regression (analisis multivariat). Hasil: Hasil analisis bivariabel bermakna secara statistik dan praktis, menunjukkan bahwa kejadian DBD pada mereka yang mempunyai kebiasaan menggantung pakaian (p-value 0,013, OR 2,36, 95% CI 1,133-5,072), tidak memiliki kebiasaan PSN (p-value 0,002, OR 2,78, 95% CI 1,359-5,924) dan pada responden yang rumah yang memiliki jentik (p-value 0,031, OR 2,43, 95% CI 1,006-6,291). Hasil analisis multivariabel bermakna secara statistik dan praktis, menunjukkan bahwa kejadian DBD meningkat 2,43 kali pada orang yang mempunyai kebiasaan menggantung pakaian, (p-value 0,016, OR 2,43, 95% CI 1,180-5,032) dan pada tidak memiliki kebiasaan PSN (p-value 0,001, OR 3,21, 95% CI 1,582-6,515), terlindungi 0,35 kali (p-value 0,001, OR 0,35, 95% CI 0,186 – 0,662). Tingkat pendidikan, status pekerjaan secara statistik maupun praktis bukan merupakan faktor risiko kejadian DBD. Kesimpulan: Faktor risiko kejadian demam berdarah dengue (DBD) di kecamatan Purwokerto Selatan adalah kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan PSN, dan keberadaan jentik. Faktor risiko umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, penggunaan kelambu, penggunaan obat anti nyamuk, dan kebiasaan tidur secara statistik tidak memiliki hubungan dengan kejadian DBD di kecamatan Purwokerto Selatan. Faktor risiko jenis rumah bermakna secara statistik mempunyai hubungan dengan kejadian DBD di kecamatan Purwokerto Selatan, namun faktor ini merupakan faktor protektif.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

kedokteran

Publisher

Subject

Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Kedokteran diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan frekuensi 2 (dua) kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Kedokteran dan ...